VinFast Luncurkan Sewa Jadi Cuan, Modal Rp 1 Juta Bisa Punya EV
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - VinFast Indonesia dan Green SM meluncurkan program Sewa Jadi Cuan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Program ini memungkinkan masyarakat memiliki mobil listrik sekaligus memperoleh penghasilan tambahan sebagai mitra pengemudi Green SM.
Deputy CEO for Sales & Network VinFast Indonesia, Lisa Wijaya mengatakan, masyarakat hanya perlu menyiapkan deposit Rp1 juta. Setelah itu, kendaraan VinFast bisa langsung dibawa pulang dengan skema sewa harian sesuai tipe mobil.
"Untuk program Sewa Jadi Cuan ini, konsumen cukup memberikan deposit sebesar Rp 1 juta. Setelah itu boleh membawa pulang kendaraan VinFast yang dipilih," kata Lisa dalam acara VinTalk di GIIAS 2026, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, program ini dirancang agar kendaraan listrik tidak hanya menjadi alat transportasi pribadi. Mobil juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan melalui kemitraan dengan Green SM.
Head of B2B Car Partner & Collaborator Green SM Platform, Pandu Erro Saputro mengatakan, seluruh peserta akan mendapatkan pendampingan. Green SM akan memberikan pelatihan hingga proses registrasi sebagai mitra pengemudi.
"Mekanismenya simpel, konsumen yang membeli atau menyewa mobil VinFast bisa ikut program Green SM. Kami juga memberikan on job training sampai diregistrasi menjadi driver Green SM," ujar Pandu.
Baca Juga
Pakai Strategi Ini, VinFast Klaim Biaya Kepemilikan EV Bisa Hemat 19%
Program ini menawarkan beberapa pilihan kendaraan sesuai kebutuhan operasional. Di antaranya Nerio Green, Limo Green, VF MPV7, dan model VinFast lainnya.
VinFast juga melengkapi program tersebut dengan ekosistem Drive for Green. Konsumen mendapat pengisian daya gratis hingga tiga tahun di lebih dari 4.300 titik V-GREEN, bebas biaya sewa baterai selama dua tahun, serta jaminan nilai jual kembali kendaraan hingga 80%.
CEO VinFast Southeast Asia, Antonio Zara mengatakan, kepemilikan kendaraan listrik harus didukung ekosistem yang lengkap.
"Memilih kendaraan bukan hanya tentang alat transportasi, tetapi juga memilih ekosistem yang mendukung di setiap tahap kepemilikan kendaraan," tutupnya.
Baca Juga
Bos VinFast Pede Pasar Mobil Listrik di Semester II Makin Ngebut

