Kadin Optimistis Nilai Perdagangan Indonesia-Thailand Dapat Meningkat Sekitar 70% pada 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis nilai perdagangan antara Indonesia dan Thailand dapat meningkat sekitar 70% menjadi hampir US$ 30 miliar pada 2030, seiring penguatan kemitraan strategis kedua negara.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan bahwa per 2025 nilai perdagangan Indonesia dan Thailand telah mencapai US$ 17,5 miliar. Dia memandang, target peningkatan hingga US$ 30 miliar pada 2030 menjadi peluang yang realistis dengan dukungan pemerintah dan dunia usaha kedua negara.
“Investasi masuk juga lebih dari US$ 500 juta pada periode yang sama, ketika kita memperdalam hubungan antar-masyarakat,” terang Anindya saat membuka Indonesia-Thailand Business Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Ia menambahkan, Indonesia dan Thailand merupakan dua ekonomi terbesar di ASEAN dengan potensi pasar yang sangat besar. Saat ini, ekonomi kedua negara mewakili sekitar 357 juta penduduk dengan nilai output ekonomi mendekati US$ 2 triliun.
Selain hubungan ekonomi bilateral, Anindya menegaskan Indonesia dan Thailand memiliki komitmen kuat terhadap multikulturalisme dan upaya menjaga perdamaian serta kemakmuran kawasan. Sebagai negara pendiri ASEAN, kedua negara memiliki peran strategis dalam memperkuat integrasi regional.
“Hal itu juga mengingat, Indonesia sebagai rumah bagi Sekretariat ASEAN di Jakarta, dan Thailand sebagai tuan rumah Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Asia dan Pasifik di Bangkok,” sambung Anin dalam acara bertajuk Advancing the Indonesia-Thailand Strategic Partnership: Building Integrated Value Chains in Industry, Services, and the Halal Economy itu.
Baca Juga
Hashim: Thailand Mitra Strategis Hadapi Ketidakpastian Dunia
Anin turut menyampaikan dukungan Indonesia terhadap kepemimpinan Thailand sebagai Ketua ASEAN pada 2028, termasuk melalui ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) maupun APEC Business Advisory Council (ABAC).
Tak lupa, ia mengapresiasi peluncuran rencana kemitraan strategis Indonesia-Thailand periode 2026–2030 oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand sehari sebelumnya.
Sebagai informasi, Indonesia-Thailand Business Forum diselenggarakan Kadin Indonesia bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Thailand, serta pemerintah kedua negara. Kegiatan ini merupakan bagian dari mandat Kadin sebagai representasi tertinggi sektor swasta Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi internasional.
Menurut Anin, ikatan sejarah antara Indonesia dan Thailand menjadi modal penting untuk memperkuat kolaborasi ekonomi di masa depan. Pasalnya hubungan kedua negara telah terjalin selama berabad-abad melalui perdagangan, budaya, dan jaringan maritim di Asia Tenggara.
Perlu diketahui, kunjungan Perdana Menteri Kerajaan Thailand, Anutin Charnvirakul kali ini merupakan kunjungan pertamanya ke Indonesia setelah 15 tahun lamanya.
