ION Ajak Korporasi Bangun Ekosistem Digital Nasional, Profit Bukan Tujuan Utama
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia Open Network (ION) membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan besar untuk berpartisipasi dalam membangun ekosistem digital nasional melalui pendanaan. Pendanaan tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan ION sebagai jaringan digital terbuka yang mendukung pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital Indonesia.
Steering Committee Indonesia Open Network (ION) Bayu Prawira Hie mengatakan kebutuhan pendanaan ION tidak hanya mengandalkan hibah, tetapi juga membuka ruang bagi korporasi yang memiliki visi sejalan untuk ikut berkontribusi.
“Jadi, memang untuk apa yang kita mau tuju ini tentunya perlu biaya, dan biaya ini bisa didapat dari grant (dana hibah) seperti yang didapat dari Google, maupun bagi perusahaan-perusahaan besar yang ingin berpartisipasi bersama-sama membangun ION ini. Jadi, kita mengundang perusahaan-perusahaan besar, walaupun kita juga selektif, untuk mari bersama-sama membentuk ION ini,” kata Bayu saat wawancara di kantor Investortrust, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga
Menurut dia, partisipasi korporasi bukan sekadar memberikan pendanaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian nasional melalui peningkatan daya saing UMKM dan transaksi digital.
“Membentuk ION ini menjalankan misinya, karena kalau ekonomi Indonesia besar, semua pihak akan menjadi lebih baik. Tentunya perusahaan-perusahaan yang besar ini, yang bisnis lebih besar, akan mendapatkan manfaat tidak langsung, tapi dengan membesarnya ekonomi, pertumbuhan ekonomi kita, rakyat kita makin sejahtera, daya beli makin besar, maka tentunya semua pihak akan diuntungkan. Semua pihak akan menikmati hasilnya. Dan tentunya demi negara kita sendiri,” ujarnya.
Bayu menambahkan, ION juga ingin mendorong penggunaan produk-produk lokal agar semakin kompetitif di pasar digital. “Dengan ION kita juga bisa membantu supaya produk-produk dalam negeri lebih dipromosikan. Karena memang dengan spirit kita membangun bangsa ini, membangun UMKM, bukan hanya membangun UMKM transaksinya, tapi barang apa yang diperdagangkan? Sebisanya barang lokal,” terang dia
Meski membuka peluang investasi, Bayu menegaskan ION tetap mengedepankan misi sosial dan pembangunan ekonomi. Untuk itu, pihaknya akan bersikap selektif dalam memilih mitra pendanaan.
“Jadi ya, memang kita melihat banyak perusahaan yang memang kalau taruh uang oke lah, enggak usah besar-besar karena ada manfaat sosialnya, tapi tetap harus ada return. Nah, untuk itu kita sediakan ruang untuk mereka bisa dapat return, tapi kita kasih batasan yang sesuai dengan market plus sedikitlah kalau dia taruh di instrumen keuangan,” tutur Bayu.
Baca Juga
ION Lolos 'Due Diligence' Google Sebelum Kantongi Hibah Rp 27 Miliar
Ia menegaskan bahwa ION bukan ditujukan bagi investor yang semata-mata mengejar keuntungan finansial. “Jadi, berapa persennya kita masih belum kita tentukan, tapi yang jelas kita kalau motivasi untuk menjadi investor itu adalah untuk mengejar profit, tidak cocok. Tidak cocok untuk dia,” katanya.
Menurut Bayu, manfaat yang diperoleh investor lebih besar berasal dari tumbuhnya aktivitas ekonomi dan meningkatnya daya beli masyarakat sebagai dampak berkembangnya UMKM.
