Ketua Panja: PFII Dapat Ciptakan Industri Kapal dan Pesawat Terbang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Panja Rancangan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (RUU PFII) dan Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal mengatakan keberadaan PFII dapat menciptakan ekosistem pembiayaan internasional di Indonesia di berbagai sektor strategis. Menurutnya, investasi di PFII dapat jadi jembatan pengembangan industri kapal, pesawat terbang dan lain lain.
“Segala manfaat finansial dan transaksi yang menyangkut pembiayaan serta asuransi aset tadi kiranya belum pernah rasanya dinikmati menyeluruh oleh Indonesia. Maka ke depannya Indonesia dapat merasakan sepenuhnya, caranya dapat melalui ekosistem finansial seperti PFII,” kata Hekal dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga
Menkeu: Insentif Pajak PFII Tunggu Penyelesaian Aturan Turunan UU
Hekal mengatakan PFII lahir sebagai perluasan sumber pembiayaan pembangunan dan mengerek daya saing Indonesia di level dunia. Hal ini terjadi karena ekonomi dunia dalam kondisi yang tak pasti.
Menurut Hekal, saat ini beberapa negara mencoba mengembangkan pusat keuangan internasional agar tercipta perpindahan dana global tersebut. Untuk itu, potensi besar di bidang moneter ini jangan sampai terlambat dimanfaakan pemerintah Indonesia.
Hekal mengungkapkan, dari data diperolehnya, nilai dana family office sekitar US$ 3,2 triliun yang dikelola di pusat keuangan dunia. Dari jumlah tersebut, lanjut Hekal, diperkirakan 65% sedang mencari lokasi pusat keuangan internasional yang baru.
Hekal menuturkan, PFII adalah respons tehadap perpindahan dana global yang prosesnya tidak berlangsung selamanya. Hal ini setelah investor menentukan tempat baru penempatan dananya, kecenderungannya tidak akan berpindah lagi dalam waktu dekat.
“Ada kebutuhan investasi di Indonesia untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui kehadiran PFII diharapkan sebagai jalan baru bisa masuknya dana-dana global sehingga dapat mendukung perekonomian nasional kita,” ujar dia.
Baca Juga
Peneliti BRIN: Insentif PFII Harus Kompetitif agar Mampu Tarik Investasi Global
Hekal menyebut, aspek positif lainnya dengan keberadaan PFII dapat mendorong likuiditas agar mampu mendongkrak nilai rupiah sekaligus memperluas sumber pembiayaan program ekonomi Indonesia.
Hekal menambahkan, PFII nantinya menjadikan valuta asing sebagai instrumen keuangan sehingga menarik dana global tanpa bersinggungan langsung dengan perbankan domestik. Dengan begitu, kata Hekal, PFII dapat membantu menurunkan cost of fund sebesar 200 basis poin (bps) dari perbankan secara signifikan.
“Jadi intinya itu bahwa kehadiran PFII merupakan upaya kita untuk menarik dana global. Bukan justru dana yang sudah ada di Indonesia ke tarik ke PFII. Lalu jangan sampai juga mereka (dana global) akhirnya mengganggu permodalan yang telah ada selama ini di Indonesia,” kata dia.
