Ketum Kadin: Belanja Sektor Kesehatan RI Bernilai Rp 670 Triliun per Tahun, Jadi Magnet Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menilai sektor kesehatan memiliki prospek besar untuk menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan hasil white paper yang disusun Kadin, nilai pasar atau belanja sektor kesehatan Indonesia mencapai sekitar Rp 670 triliun per tahun.
Ketum Kadin Anindya mengatakan, besarnya pasar kesehatan tersebut terbagi ke dalam beberapa segmen, antara lain layanan kesehatan dan peralatan medis. Menurutnya, sektor ini memiliki efek berganda atau multiplier effect yang tinggi terhadap perekonomian nasional.
"Setiap Rp 1 yang dibelanjakan di sektor kesehatan dapat menghasilkan tambahan Rp 2 hingga bagi perekonomian. Jadi, health is the new wealth," ujar Anindya saat ditemui di Gedung Tempo Scan, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, penguatan sektor kesehatan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi beban pembiayaan pemerintah, termasuk BPJS Kesehatan, tetapi juga membuka peluang besar bagi industri dalam negeri melalui program substitusi impor.
Selama ini, lanjutnya, kebutuhan alat kesehatan dan berbagai komponen masih banyak bergantung pada impor. Karena itu, peningkatan investasi di sektor kesehatan dapat memperkuat kapasitas produksi nasional sekaligus menciptakan peluang bagi pelaku usaha, termasuk UMKM.
Menurut Anindya, geliat investasi yang mulai terlihat di sektor kesehatan menjadi sinyal positif terhadap prospek ekonomi Indonesia. Investor, baik domestik maupun asing, dinilai mulai melihat besarnya potensi pasar kesehatan nasional yang didukung kuatnya konsumsi domestik.
"Jadi saya rasa ini tanda-tanda bahwa memang investasi dari dalam dan luar negeri sudah mulai bergeliat, dan ini menandakan bahwa konsumsi domestik Indonesia itu kuat, karena selama ini kan selalu kita bertanya mengenai perdagangan, investasi dan konsumsi domestik selain daripada belanja pemerintah," terangnya.

