Prabowo Percepat Pembentukan PFII untuk Perkuat RI sebagai Destinasi Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) atau International Indonesia Financial Center (IIFC) untuk memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi investasi dan pusat jasa keuangan bertaraf internasional.
Percepatan pembentukan PFII ini merupakan salah satu pembahasan saat Prabowo memimpin rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (23/7/2026).
Baca Juga
Menko Airlangga Bocorkan Lokasi PFII, Bakal Pakai Lahan Milik BUMN
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan Presiden Prabowo meminta pembentukan PFII segera ditindaklanjuti setelah rapat paripurna DPR mengesahkan RUU PFII sebagai undang-undang dalam rapat paripurna pada Selasa (21/7/2026).
“Rencana pelaksanaan dari Indonesia International Financial Center yang memang alhamdulillah undang-undangnya sudah disetujui oleh DPR dan Bapak Presiden minta itu segera ditindaklanjuti," kata Rosan seusai mengikuti ratas.
Rosan mengatakan, PFII rencananya akan dibangun di Bali. Proses pembangunan kawasan PFII di Bali hingga menjadi pusat finansial bertaraf internasional diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun.
"Memang rencananya itu akan dibuat di Bali, tetapi kan perlu ada persiapan mungkin selama 2 atau 3 tahun sampai itu menjadi suatu financial center yang bertaraf internasional dan juga akan bisa membuat para investor itu melihat," katanya.
Rosan mengatakan, pemerintah melihat respons yang sangat positif dari para investor terhadap rencana pembentukan pusat keuangan internasional tersebut. Rosan mengaku telah bertemu dengan sejumlah investor di Bali untuk menyampaikan rencana tersebut.
"Beberapa hari yang lalu saya juga ke Bali bertemu dengan 11 para investor dari family office dan yang lain-lainnya dan responsnya sudah sangat-sangat positif mengenai keberadaan financial center yang akan ada di Indonesia ini," katanya.
Selama masa transisi menuju pembangunan kawasan utama di Bali, pemerintah akan memulai operasional PFII di Jakarta. Selama masa transisi tersebut pemerintah terus menyiapkan berbagai perangkat kelembagaan dan infrastruktur pendukung.
"Mungkin di masa transisi ini, dalam dua atau tiga tahun depan mungkin akan dibuat dulu di Jakarta selama masa tradisi ini sebelum nanti akan lebih dikembangkan, bisa di Jakarta dan juga di Bali,” ucap Rosan.
Untuk mendukung tahap awal pelaksanaan, pemerintah telah menyiapkan gedung milik Danareksa yang akan digunakan sebagai lokasi operasional pusat keuangan internasional di Jakarta. Danantara akan berperan sebagai pengembang kawasan, sedangkan pengelolaan Indonesia International Financial Center akan dipimpin oleh pimpinan kawasan beserta gubernur yang nantinya bertanggung jawab membangun seluruh sistem dan tata kelola agar pusat keuangan tersebut dapat beroperasi secara optimal.
Baca Juga
Menko Airlangga Bocorkan Lokasi PFII, Bakal Pakai Lahan Milik BUMN
"Kalau Danantara kan sebagai pengembang kawasan, tapi kan dari financial center itu sendiri nanti akan dipimpin oleh ketua kawasan dan juga oleh gubernurnya nanti akan men-set up semua perangkat yang dibutuhkan agar financial center itu bisa berfungsi dengan baik dan benar," tutur Rosan.
Pembentukan Indonesia International Financial Center menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ekosistem investasi nasional. Melalui percepatan pembentukan pusat jasa keuangan bertaraf internasional ini, Presiden Prabowo berharap Indonesia semakin kompetitif dalam menarik investasi global, memperluas akses pembiayaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
