Pertamina Jaga Pasokan Avtur untuk Dukung Transportasi Udara Sumsul
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) memastikan keandalan pasokan bahan bakar pesawat atau avtur di Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang guna menjaga kelancaran transportasi udara di Sumatra Selatan. Kesiapan tersebut untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas penerbangan.
Komitmen tersebut ditegaskan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan saat melakukan management walkthrough (MWT) pada fasilitas AFT Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Senin (20/7/2026).
Baca Juga
Pertamina Patra Niaga dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
Dalam kunjungannya, Mochamad Iriawan mengapresiasi kinerja para perwira Pertamina yang terus menjaga keandalan layanan avtur, terutama pada periode dengan mobilitas penerbangan yang tinggi.
"Keandalan operasional di AFT SMB II harus terus dijaga karena menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran transportasi udara dan terpenuhinya kebutuhan energi sektor penerbangan. Bagi Pertamina, setiap layanan yang andal pada akhirnya bermuara pada pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujar Mochamad Iriawan.
Ia memberikan apresiasi atas keberhasilan AFT SMB II menjaga on-time performance (OTP), yaitu tingkat ketepatan waktu pelayanan pengisian avtur kepada maskapai, terutama saat menghadapi lonjakan permintaan pada masa Ramadan dan Idulfitri, Natal dan Tahun Baru, maupun musim penerbangan haji.
"Ketepatan waktu pengisian avtur pada periode-periode dengan mobilitas tinggi merupakan bukti dedikasi dan profesionalisme seluruh tim. Keandalan layanan ini berkontribusi menjaga kelancaran operasional penerbangan sekaligus memberikan kepastian layanan bagi masyarakat," katanya.
Meningkatnya mobilitas masyarakat pada berbagai periode libur nasional dan musim haji telah mendorong kenaikan kebutuhan avtur di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Sepanjang 2025, AFT SMB II mencatat penyaluran avtur mencapai 34.594 kiloliter.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, terminal avtur itu didukung 7 unit mobil refueler yang bersiaga penuh di apron bandara sehingga proses pengisian bahan bakar pesawat dapat berlangsung cepat, aman, dan tepat waktu.
Menurut Mochamad Iriawan, kesiapan infrastruktur, personel, dan sistem operasional menjadi faktor utama agar Pertamina mampu merespons peningkatan kebutuhan energi pada masa lonjakan permintaan atau peak season, sehingga pelayanan kepada maskapai dan masyarakat tetap terjaga.
Perkuat Budaya Keselamatan dan Digitalisasi
Mochamad Iriawan menegaskan bahwa MWT bukan sekadar agenda inspeksi lapangan, melainkan sarana untuk memastikan budaya keselamatan kerja diterapkan secara konsisten di seluruh fasilitas operasional Pertamina. Melalui kegiatan tersebut, perusahaan juga memperkuat mitigasi risiko sekaligus mendorong perbaikan operasional secara berkelanjutan agar standar layanan terus meningkat.
Baca Juga
Antrean SPBU di Medan Terurai, Pertamina Optimalkan Distribusi
Dalam arahannya, ia menginstruksikan pengujian berkala terhadap sistem proteksi kebakaran, peningkatan manajemen risiko, serta optimalisasi pemanfaatan digital ground operation (DGO) atau PADMA, yaitu sistem digital yang memantau proses pengisian avtur hingga validasi transaksi secara real time.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat transparansi layanan, sekaligus menjaga kualitas distribusi avtur di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang agar tetap andal dalam mendukung konektivitas transportasi udara di Sumatera Selatan.
