Danantara Tunjuk 8 Konsorsium Pengembang PSEL Tahap II
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Danantara Investment Management (DIM) resmi menyerahkan Conditional Letter of Award (CLoA) kepada delapan konsorsium dan perusahaan terpilih untuk menggarap proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua, Senin (20/7/2026).
Penyerahan surat penunjukan bersyarat ini menjadi penanda penting perluasan infrastruktur energi hijau yang akan membentang di delapan kawasan strategis, mencakup 20 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Chief Investment of Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir mengungkapkan, proses seleksi PSEL tahap kedua berhasil dirampungkan dalam waktu relatif singkat, yakni kurang dari tujuh pekan. Dari 85 entitas terverifikasi asal tujuh negara (Indonesia, Tiongkok, Jepang, Prancis, India, Korea Selatan, dan Singapura), sebanyak 68 aplikasi diajukan untuk delapan lokasi proyek.
“Empat dari delapan pemenang merupakan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan nasional (consortium lead),” tutur Pandu Sjahrir dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga
Atasi Darurat Sampah, Danantara Groundbreaking Proyek PSEL Bali Rp 3 Triliun
Meskipun berjalan cepat, menurut Pandu Sjahrir, ketatnya standar tata kelola (good governance) tetap menjadi prioritas utama. Penilaian dilakukan secara objektif oleh DIM yang didampingi konsultan serta penasihat independen di bidang teknis, hukum, dan komersial.
Dia menjelaskan, ketegasan sistem evaluasi ini dibuktikan pada wilayah Medan Raya, di mana CLoA dialihkan kepada pemenang yang ditetapkan melalui mekanisme mitra cadangan lantaran persyaratan utama tidak terpenuhi secara konsisten.
"Proses seleksi mitra yang dijalankan DIM dan Denera dilaksanakan secara disiplin sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Kami berharap seluruh mitra dapat memenuhi target yang telah disepakati serta menerapkan standar tata kelola yang baik dalam pelaksanaannya," ujar Pandu.
Pandu menambahkan, delapan mitra terpilih yang menerima CLoA pada tahap ini mencakup kombinasi konsorsium nasional dan korporasi global berpengalaman. Untuk wilayah Sumatera dan Jawa bagian barat, proyek PSEL Medan Raya dipercayakan kepada Nusantara Energi Hijau Consortium (BGE Sentosa Utama), sedangkan Kabupaten Bekasi akan digarap Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni).
Adapun kawasan Lampung Raya, kata Pandu, dimenangi Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas) dan wilayah Serang Raya dipercayakan kepada Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE).
Pandu Sjahrir mengemukakan, pengembangan di wilayah Jawa bagian tengah dan timur didominasi konsorsium strategis berskala besar. Wilayah Semarang Raya akan dikembangkan Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia), sedangkan kawasan Surabaya Raya dimenangi Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS).
“Untuk wilayah Bogor Raya 2, proyek diserahkan kepada MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA), dan kawasan Yogyakarta Raya dipercayakan kepada Cakra Energi Lestari Consortium yang beranggotakan Pertamina NRE serta Tianjin CITICC,” papar dia.
Baca Juga
Menko Pangan Zulkifli Hasan Targetkan 80 Persen Masalah Sampah Nasional Tuntas 2029
Dia mengatakan, para pemenang seleksi kini bersiap memasuki fase penyiapan studi kelayakan (feasibility study) yang ditargetkan selesai pada pertengahan November 2026. Setelah itu, agenda berlanjut pada proses perizinan, pembebasan lahan, hingga peletakan batu pertama (groundbreaking) yang ditargetkan berlangsung Desember 2026 hingga Januari 2027.
Pandu Sjahrir menegaskan, seluruh proyek PSEL yang memasuki tahap implementasi akan dikembangkan dan dioperasikan oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), platform khusus pengembangan PSEL di bawah DIM, sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Pandu menekankan, program nasional ini ditargetkan tidak hanya mampu mengurai masalah sampah darurat perkotaan, tetapi juga menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi hijau, pembukaan lapangan kerja baru, penurunan emisi gas rumah kaca, serta penguatan ekosistem industri energi bersih nasional.
