Lepas 2.341 Lulusan Vokasi, Menperin: Kalian adalah Tangan-Tangan Baru Industri RI
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melepas sebanyak 2.341 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah menengah analis kimia (SMAK), dan sekolah menengah teknologi industri (SMTI) Tahun 2026.
Dalam pelepasan tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri manufaktur Indonesia terus berkembang dan membutuhkan pasokan tenaga kerja terampil, terutama lulusan sekolah vokasi. Karena itu, lulusan SMK di lingkungan Kementerian Perindustrian diminta percaya diri memasuki dunia kerja karena kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan industri.
Menperin Agus menyebutkan, manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar. Pertumbuhan sektor tersebut menjadi sinyal bahwa kebutuhan tenaga kerja baru akan terus meningkat.
Baca Juga
Wamendiktisaintek: Indonesia dan China Perkuat Kerja sama Vokasi untuk Topang Sektor Industri
"Bapak Presiden berulang kali menegaskan pentingnya industrialisasi. Indonesia harus menjadi negara industri. Manufaktur hidup, manufaktur tumbuh, dan karena itu manufaktur selalu membutuhkan tangan-tangan baru. Tangan-tangan itu adalah tangan-tangan kalian," ujar Menperin Agus saat pelepasan SMK, SMAK, dan SMTI di Bogor, Kamis (16/7/2026).
Ia memaparkan, berdasarkan data BPS, industri pengolahan pada 2025 tumbuh 5,04%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,55%. Sektor ini juga menyumbang 19,07% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta menopang sekitar 82% nilai ekspor nasional dengan nilai hampir US$95 miliar.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan prospek industri manufaktur Indonesia masih sangat kuat sehingga membuka peluang kerja yang luas bagi lulusan pendidikan vokasi.
Menteri Perindustrian menekankan, lulusan SMK tidak hanya menjadi pelengkap di dunia industri, tetapi merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas proses produksi. Lulusan analis bertanggung jawab memastikan produk memenuhi standar sebelum dipasarkan, sedangkan teknisi menjaga proses produksi tetap berjalan dengan baik.
"Seorang teknisi adalah orang yang tangannya menjaga agar mesin, proses, dan mutu tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kalian adalah orang-orang di balik angka dan di balik proses, dan justru di situlah industri modern berdiri atau jatuh. Jangan pernah merasa kecil. Kalian bukan pelengkap. Kalian salah satu syaratnya," terangnya.
Baca Juga
Mau Siap Kerja? Cek 24 Kejuruan di Pelatihan Vokasi Batch 2 Kemnaker
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menegaskan pendidikan vokasi Kemenperin terus diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia industri yang kompeten, adaptif, dan siap kerja melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, penerapan teaching factory, kelas industri, praktik kerja industri, serta sertifikasi kompetensi.
"Hal tersebut diwujudkan melalui penyelarasan kurikulum dengan standar kompetensi, pelaksanaan praktek kerja industri dengan sistem ganda, pemuatan teaching factor dan kelas industri, serta sertifikasi kompetensi melalui berbagai sertifikasi profesional. Selain itu, para siswa juga dibekali kemampuan bahasa asing, keterampilan digital dan pemuasaan teknologi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan industri," papar Doddy.

