Wamendiktisaintek: Indonesia dan China Perkuat Kerja sama Vokasi untuk Topang Sektor Industri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie menjelaskan pentingnya kerja sama vokasi yang tengah dijalankan Indonesia-China. Menurutnya, kerja sama vokasi sebagai langkah untuk menopang sektor industri kedua negara.
“Kita memahami bagaimana hubungan industri dan pendidikan vokasional di China dan bersama dengan China mengembangkan industri sesuai kurikulum yang dijalankan,” kata Stella dalam acara 2026, China-Indonesia Think Tank and Media Forum, di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Kerja sama semacam ini, kata Stella, tidak hanya berguna bagi pelajar Indonesia, namun juga industri China yang ingin berinvestasi di Tanah Air. Sebab, ketika industri asal China berinvestasi dan membuka pabrik di Indonesia, mereka bisa mendapat sumber daya manusia yang berkualitas.
“Ini menurunkan biaya dalam membuka perusahaan dan cara ini ingin pemerintah lanjutkan, karena menghasilkan kolaborasi yang saling menguntungkan antara China dan Indonesia,” ujar dia.
Selain kerja sama vokasional, Stella juga menjelaskan strategi pengembangan bagi talenta muda Indonesia. Salah satu kerja sama yang sudah disepakati yaitu Tsinghua University memberikan kuota sebesar 50 pelajar terbaik dari Sekolah Garuda.
Baca Juga
Sekolah Garuda Inisiasi Prabowo Buka Akses Siswa Berbakat Tembus Universitas Terbaik Dunia
“Ini tidak pernah terjadi dengan negara lain sebelumnya dan ini menjadi yang kami sangat hargai,” ujar dia.
Kerja sama ini sangat berguna bagi pengembangan talenta muda Indonesia di China. Mengingat Tsinghua University merupakan universitas dengan peringkat 12 di dunia.
Ke depan, Stella menyebut terdapat 1.146 dokumen kerja sama dengan berbagai universitas di China. Tak hanya di bidang science, technology, engineering, and mathematic atau STEM, kerja sama juga di bidang pendidikan juga menjamah bidang kebudayaan dan sosial.
Stella menyebut pengembangan pendidikan dan teknologi menjadi bagian penting bagi perekonomian di Indonesia. Sebab, berkaca dari China, pengembangan di sektor inovasi dan teknologi menopang 13,4% dari PDB total China dan hanya menggunakan 2,5% dari total arena.
“Ini adalah mimpi bagi setiap negara. Menggunakan 2,5% areanya dan menopang 13,4% dari total PDB,” jelas dia.
