Dunia Cari Kepastian, James Riady Sebut Indonesia Punya Modal Strategis Tarik Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketidakpastian geopolitik global dinilai justru membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi strategis dunia.
Hal itu disampaikan Coordinating Vice Chairman for International Affairs Kadin Indonesia, James Riady, dalam acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, perusahaan global sekarang tidak cuma mengejar efisiensi biaya, tetapi juga kepastian usaha di tengah tekanan geopolitik, gangguan rantai pasok, hingga volatilitas energi dan mata uang. Indonesia pun dinilai memiliki kombinasi kekuatan yang sulit ditemukan di negara lain.
“Perusahaan-perusahaan tidak lagi mengejar efisiensi semata, mereka mengejar kepastian. Dan Indonesia menawarkan sesuatu yang langka, yakni skala, stabilitas, sumber daya, dan kebijakan luar negeri yang membuat setiap pintu tetap terbuka,” ujar James.
Ia mengatakan, posisi Indonesia semakin strategis karena dunia mulai kembali memperebutkan akses terhadap komoditas penting seperti nikel, minyak sawit, dan mineral kritis. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk mempercepat hilirisasi industri nasional.
“Pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia penting atau tidak. Pertanyaannya adalah seberapa cepat Indonesia bergerak naik di rantai nilai,” katanya.
Baca Juga
James Riady: Optimalkan Pasar Domestik Sebagai Peluang Anti-Inflasi
James menilai hilirisasi menjadi kunci transformasi ekonomi nasional karena mampu menggeser pola ekspor bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Langkah itu dinilai penting untuk membangun ketahanan ekonomi jangka panjang.
“Hilirisasi adalah pergeseran yang mengubah cerita, dari mengekspor apa yang kita ekstraksi menjadi mengekspor apa yang kita ciptakan. Di sinilah nilai dibangun, ketahanan dibangun, dan masa depan dibangun,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 sebesar 5,61%. Menurut James, koordinasi lintas kementerian dan regulator menunjukkan Indonesia semakin serius menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan global.
“Kita tidak perlu menjadi suara paling keras di ruangan ini. Kita hanya perlu menjadi yang paling konsisten dalam pertumbuhan, keterbukaan, dan ambisi,” tutupnya.

