Harga Emas Antam (ANTM) Naik ke Rp 2,650 Juta per Gram, 'Buyback' Ikut Menguat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Jumat (10/7/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,650 juta atau naik Rp 9.000 dari Kamis (9/7/2026) Rp 2,641 juta per gram setelah investor melakukan aksi beli menyusul penurunan tajam sehari sebelumnya.
Pasar juga terus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan masih menjadi faktor utama pergerakan logam mulia dalam jangka pendek.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,405 juta atau naik Rp 22.000 dari sebelumnya Rp 2,385 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang kembali menguat lebih 1% pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.122,15 per ons, setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak Selasa (1/7/2026). Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus menguat 1,3% menjadi US$ 4.134,10 per ons.
Baca Juga
Harga Emas 'Reboun'd, Konflik Timur Tengah Jadi Sorotan Pasar
Pasar juga mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Militer Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk setelah serangan Washington ke wilayah pesisir selatan dan timur Iran. Eskalasi tersebut meningkatkan tekanan terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah berlangsung selama sekitar tiga minggu.
Konflik yang memicu kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi global. Kondisi itu dapat memperbesar peluang bank sentral mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga lebih lama.
Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tarik logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan terdapat peluang sekitar 64% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada September.
Risalah rapat Federal Reserve bulan Juni juga menunjukkan meningkatnya kekhawatiran para pembuat kebijakan terhadap inflasi. Sejumlah pejabat bank sentral menilai terdapat alasan untuk kembali menaikkan suku bunga sebelum akhirnya memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan terakhir.
Baca Juga
Outstanding Pembiayaan Emas Bank Muamalat Tembus Rp 1,9 Triliun di Semester I 2026
Kini perhatian investor beralih pada data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan depan serta kesaksian Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di hadapan Kongres. Kedua agenda tersebut diperkirakan akan memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.
Di sisi lain, HSBC memangkas proyeksi rata-rata harga emas untuk 2026 menjadi US$ 4.560 per ons dari sebelumnya US$ 4.864. Bank tersebut juga menurunkan estimasi harga rata-rata emas pada 2027 menjadi US$ 4.925 per ons dari proyeksi sebelumnya US$ 5.000.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,375 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,650 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,240 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,835 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,025 juta
- Emas 10 gram: Rp 25,995 juta
- Emas 25 gram: Rp 64,862 juta
- Emas 50 gram: Rp 129,645 juta
- Emas 100 gram: Rp 259,645 juta
- Emas 250 gram: Rp 645,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,295,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,590,600 miliar.
