PLN Dukung Pembangunan PSEL Bali, Siap Serap Listrik 30 MW
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT PLN (Persero), perusahaan listrik milik negara, memperkuat dukungannya terhadap transformasi pengelolaan sampah menjadi energi melalui penandatanganan sponsor agreement dan perjanjian jual beli listrik (PJBL) untuk proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) Bali. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyelesaian persoalan sampah sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.
Fasilitas ini diproyeksikan mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas hingga 30 megawatt (MW).
Penandatanganan dilakukan dalam acara peresmian pembangunan PSEL Bali di Denpasar Selatan pada Rabu (8/7/2026). Dalam kerja sama tersebut, PLN bertindak sebagai pembeli listrik (offtaker), PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) sebagai perusahaan induk proyek PSEL di Indonesia, dan PT Weiming Nusantara Bali New Energy sebagai Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL Bali.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembangunan PSEL menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional. Upaya tersebut diperkuat melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Baca Juga
Resmi Jadi PSN, Ini 3 Wilayah yang Bakal Punya Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi
"Saya menyampaikan terima kasih kepada Danantara Indonesia, pemerintah daerah, PLN, dan seluruh pihak yang bekerja bersama mewujudkan dimulainya pembangunan PSEL Bali. Program ini dapat berjalan karena hambatan regulasi yang selama bertahun-tahun memperlambat penyelesaian persoalan sampah mulai kita sederhanakan melalui deregulasi. Dengan aturan yang lebih jelas, kerja sama yang kuat, dan tata kelola yang baik, saya yakin pengelolaan sampah dapat kita percepat untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Zulkifli Hasan dikutip Kamis (9/7/2026).
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan pembangunan PSEL merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional melalui teknologi yang telah terbukti.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, masalah sampah adalah tantangan kita bersama yang harus diselesaikan secepat mungkin, sehingga tidak menjadi beban bagi generasi mendatang. PSEL hadir untuk mengatasi dampak sampah terhadap lingkungan hidup, kesehatan, dan keselamatan dengan menggunakan teknologi yang sudah terbukti. Pelaksanaan PSEL oleh Danantara Indonesia tidak hanya dilakukan secara cepat, tetapi juga dengan penuh kehati-hatian dan standar tata kelola tertinggi," kata Rosan.
Dukung Pariwisata Bali
Pemerintah Provinsi Bali menilai pembangunan PSEL memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menjaga daya saing sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan proyek tersebut akan memberikan manfaat besar bagi lingkungan maupun citra Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia. "Kalau ini selesai, bukan saja ekosistem lingkungan yang akan bagus, sehat untuk kehidupan masyarakat, tetapi citra pariwisata Bali akan meningkat," kata I Wayan Koster.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan transformasi sampah menjadi energi tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menghasilkan nilai tambah melalui penyediaan listrik yang bersih dan berkelanjutan.
"PSEL merupakan wujud transformasi dalam pengelolaan sampah. Melalui kolaborasi yang kuat, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat. PLN siap mendukung program ini dengan memastikan energi yang dihasilkan dapat terserap secara andal ke dalam sistem kelistrikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas," ujar Darmawan.
Baca Juga
Menko Pangan Zulkifli Hasan Targetkan 80 Persen Masalah Sampah Nasional Tuntas 2029
Fasilitas PSEL Bali dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah sebesar 1.200 hingga 1.650 ton per hari. Dari volume tersebut, fasilitas ini diproyeksikan mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas hingga 30 megawatt (MW).
Proyek PSEL Bali merupakan bagian dari pengembangan 11 fasilitas PSEL di berbagai daerah di Indonesia. Secara keseluruhan, proyek-proyek tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 14.928 ton sampah setiap hari dengan potensi kapasitas pembangkitan listrik mencapai 310,3 MW.
PLN menyatakan akan memastikan seluruh listrik yang dihasilkan dari fasilitas PSEL dapat terintegrasi secara andal ke dalam sistem kelistrikan nasional. Integrasi tersebut diharapkan memperkuat bauran energi sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang lebih luas bagi masyarakat.
