Integrasi Stasiun Karet-BNI City Ditargetkan Beroperasi Saat HUT KAI pada 28 September
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City mulai beroperasi bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 KAI pada 28 September 2026.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin menyatakan, pekerjaan integrasi kedua stasiun tersebut telah disetujui dan akan dikebut agar selesai dalam waktu kurang dari tiga bulan.
"Sudah kita meeting-kan minggu lalu. Sudah kita approve, saya bilang sama teman-teman, saya tidak mau lebih dari tiga bulan untuk mengerjakan. Jadi targetnya kita adalah ketika kita nanti ulang tahun, kita sudah mulai operasikan di 28 September," kata Bobby dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta di KA Nusantara Eksplorer, Rabu (8/7/2026).
Menurut Bobby, integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City dilakukan untuk meningkatkan keselamatan operasional kereta. Ia menilai jarak sekitar 150 meter antara kedua stasiun membuat kereta harus kembali mengerem setelah mulai berakselerasi. "Operasional di Karet sekarang berbahaya enggak? Berbahaya kan? Satu, jarak 150 meter. Begitu kereta itu digenjot, dia harus nge-rem lagi," ujarnya.
Baca Juga
Selain itu, Bobby menyoroti kondisi naik turun penumpang di Stasiun Karet yang masih berada di tepi jalan. Ia juga menyebut kendaraan ojek online (ojol) kerap menunggu di perlintasan sebidang, tepat di atas rel, pada jam sibuk sore hari.
Melalui proyek integrasi tersebut, Stasiun Karet akan dialihfungsikan menjadi area concourse yang dilengkapi fasilitas drop-off penumpang, area tap in dan tap out, serta travelator berpendingin udara yang menghubungkan ke Stasiun BNI City.
"Stasiun Karet itu akan kita jadikan concourse. Jadi yang namanya drop-off penumpang nanti ada di concourse. Dari Karet sekarang itu ke BNI City kita sediakan travelator. Saya tutup travelatornya pakai AC," ungkap Bobby.
Nantinya, lanjut Bobby, seluruh aktivitas naik dan turun penumpang akan dipusatkan di Stasiun BNI City, sedangkan Stasiun Karet berfungsi sebagai akses penghubung menuju stasiun tersebut.
Terkait pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Shangri-La Jakarta, Bobby menyampaikan, proyek tersebut dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan saat ini masih dalam proses. "Jadi, itu DKI yang bangun. Itu on progress. Kalau tidak salah tahun ini mulai mereka bangun," tuturnya.
PT KAI sebelumnya memastikan, integrasi antara Stasiun BNI City dan Stasiun Karet dapat direalisasikan pada akhir 2026.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyatakan proyek integrasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna kereta rel listrik (KRL) di wilayah Jabodetabek.
Baca Juga
KAI Targetkan Integrasi Stasiun BNI City dan Karet Rampung Akhir 2026
"Rencana tahun ini (2026), November-Desember. Pokoknya kita bikin akan senyaman mungkin," kata Bobby saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Bobby memastikan, pedestrian dari Stasiun Karet nantinya akan dilengkapi fasilitas travelator alias moving walkway layaknya di bandar udara (bandara) guna meningkatkan pelayanan kepada para penumpang KRL.
"Pokoknya pelanggan di Jabodetabek ini akan kita bikin senyaman mungkin. Nanti kita bikin travelator. Kayak di bandara-bandara gitu lah," tegasnya.
