KAI: Stasiun Jatake Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan Setelah Tahap Asesmen
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan, penyelesaian pembangunan fasilitas Stasiun Jatake ditargetkan rampung pada akhir 2025. Namun, pengoperasian stasiun tersebut baru dapat dilakukan setelah melalui serangkaian asesmen keselamatan, perizinan, dan aspek operasional lainnya bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub).
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba mengatakan, fokus KAI saat ini adalah penyelesaian stasiun, bukan langsung pada tahap operasi.
“Kita ngomonginnya stasiun selesai ya, bukan operasi. Stasiun selesai pasti kita harus ada yang namanya asesmen. Assessment keselamatan, perizinan, dan yang lain,” kata Anne saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Anne turut menjelaskan, penyelesaian pembangunan fasilitas pendukung di Stasiun Jatake pada tahun ini juga berkaitan dengan perizinan layanan, termasuk izin naik-turun penumpang yang berhubungan dengan subsidi pemerintah.
“Jadi saya rasa ini menyelesaikan tahun ini untuk mempermudah, kan terkait dengan subsidi pemerintah itu, kita harus izin untuk menaik-turun di beberapa stasiun. Jadi kita kolaborasi nih sama DJKA Kemenhub. Mudah-mudahan akhir tahun ini selesai. Tahun depan kita sudah mulai bisa beroperasi,” ucap Anne.
Terkait waktu pengoperasian, Anne menyebutkan proses asesmen membutuhkan waktu karena mencakup banyak aspek. “Sesegera mungkin, karena yang namanya assessment, yang mirip seperti uji coba KRL, itu kan banyak banget yang di-assessment. Mulai dari keselamatan di peronnya, (fasilitas) disabilitas, dan yang lain,” ujarnya.
Anne pun menegaskan, tidak ada kemunduran target pengoperasian Stasiun Jatake. Menurut dia, pengoperasian stasiun juga harus disesuaikan dengan kontrak layanan dan potensi penumpang.
Baca Juga
KAI Commuter Buka Suara Soal Rencana Pengoperasian Stasiun JIS dan Jatake BSD
“Enggak, enggak ada itu. Karena kontrak kita untuk menjalankan itu kan juga ada stasiun naik-turunnya ya. Terus kita juga lihat potensinya (penumpang), sudah ada enggak yang naik-turun di sana? Ini juga harus kita kolaborasikan,” kata Anne.
Ia juga menyatakan pengoperasian Stasiun Jatake tidak bisa disamakan waktunya dengan stasiun lain, seperti Stasiun JIS, karena harus memenuhi sejumlah persyaratan.
“Saya tidak bilang bersamaan (pengoperasian stasiunnya), tetapi kita harus memenuhi aspek keselamatan, aspek regulasi pelayanan atau SPM (standar pelayanan minimum), dan juga aspek operasinya. Jadi ada tiga hal yang harus kita pastikan untuk mendapat izin operasinya,” imbuh Anne.
Terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan rencana pengoperasian Stasiun JIS dan Stasiun Jatake pada akhir 2025. Menurutnya, masih ada sejumlah hal yang perlu didorong, khususnya terkait dukungan pemerintah daerah.
“Ini (stasiun) JIS ya, terus terang kemarin saya sudah tanya sama Direktur Utama KAI, sepertinya saya harus mendorong lagi dari pihak Pemda-nya (Pemprov Jakarta), karena memang ada lahan atau fasilitas yang harus juga disediakan oleh Pemda ternyata. Tapi kami akan mendorong lagi,” kata Dudy kepada wartawan di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, Senin (22/12/2025).
Adapun untuk Stasiun Jatake, Dudy menyebut masih berupaya agar pengoperasian dapat dilakukan tahun ini. “Kalau (stasiun) Jatake, saya janjinya tahun ini loh, kan masih ada beberapa hari ya, saya coba (usahakan) lagi ya karena terakhir itu tinggal uji cobanya,” pungkas Dudy.

