Danantara Intip Langsung "Dapur" Produksi Migas Pertamina di Kalimantan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), perusahaan yang mengelola Wilayah Kerja (WK) Mahakam, menerima kunjungan kerja Danantara Asset Management (DAM) ke Lapangan Senipah Peciko South Mahakam (SPS) di Kutai Kartanegara pada Jumat (26/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau pengelolaan operasi hulu minyak dan gas bumi (migas) sekaligus melihat berbagai strategi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi guna mendukung ketahanan energi nasional.
Rombongan DAM dipimpin Komisaris Utama DAM Rabin Indrajad Hattari bersama Komisaris DAM Bambang Sugeng Rukmono, Komisaris Independen DAM Haryo Baskoro Wicaksono, Komisaris Independen DAM Agus Sugiarto, Senior Director Oil, Gas, Petrochemical DAM Wiko Migantoro, Senior Director Business Performance & Asset Optimization DAM Bhimo Aryanto, serta jajaran dewan komisaris DAM lainnya.
Baca Juga
Produksi Migas PHI 2025 Lampaui Target, Cetak Rekor Pertama dalam 5 Tahun
Dalam kesempatan tersebut, General Manager PHM Setyo Sapto Edi memaparkan profil perusahaan, capaian operasional, serta kontribusi strategis PHM dalam menjaga pasokan energi nasional.
"Berbagai langkah yang telah dilakukan perusahaan untuk menjaga keandalan operasi, meningkatkan efisiensi, memperkuat budaya keselamatan kerja, serta memastikan seluruh aktivitas pengeboran dan produksi berjalan sesuai ketentuan lingkungan yang berlaku," kata dia dikutip Rabu (8/7/2026).
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), induk usaha PHM, Sunaryanto mengatakan perusahaan menerapkan dua strategi utama untuk mempertahankan keberlanjutan operasi dan produksi migas, yakni selective investment atau investasi yang selektif serta cost efficiency atau efisiensi biaya.
"Bisnis yang dikelola PHI Regional 3 Kalimantan ini adalah non-renewable business, ditambah dengan tantangan operasional, bisnis, dan finansial yang ada, tentu kita harus mempertimbangkan tingkat keekonomian produksi agar operasi perusahaan terus memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat," papar Sunaryanto.
Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding hulu Pertamina, Mery Luciawaty mengatakan kunjungan DAM menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman mengenai kompleksitas pengelolaan industri hulu migas yang sarat teknologi sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Menurut Mery, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi PHM maupun anak usaha PHI lainnya berasal dari aset produksi yang telah memasuki fase mature field, yaitu lapangan migas yang telah lama berproduksi sehingga memerlukan pengelolaan lebih intensif untuk mempertahankan tingkat produksinya.
Kondisi tersebut, kata dia, menuntut perusahaan terus menjaga integritas fasilitas produksi melalui pengelolaan aset yang berkelanjutan agar operasi tetap berjalan dengan selamat, andal, patuh terhadap regulasi, dan mampu menopang produksi migas nasional.
"Tantangan utama kami adalah menjaga integritas aset karena sebagian besar fasilitas produksi sudah telah memasuki fase mature. Kami dari Subholding Upstream Pertamina terus melakukan berbagai upaya mitigasi, termasuk revitalisasi sumur dan fasilitas penunjang produksi guna memperpanjang usia operasi, serta meningkatkan keandalan sistem pemrosesan," pungkas Mery.
Baca Juga
PHI Selamatkan Aset Negara Rp 21,5 Miliar dan Investasi Migas Rp 1,25 Triliun
DAM Dorong Efektivitas Pengelolaan Aset Energi
Komisaris Utama DAM Rabin Indrajad Hattari mengatakan fungsi utama dewan komisaris adalah menjalankan pengawasan guna membantu Subholding Upstream Pertamina meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan operasi serta produksi migas.
"Kami melihat bagaimana Pertamina sebagai holding melalui subholding upstream dapat mengelola operasi dan produksi migas yang efektif dan efisien sehingga memaksimalkan kontribusi kepada negara dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan energi nasional," ujar Rabin.
Ia menambahkan, DAM juga memberikan sejumlah masukan dan arahan untuk mengoptimalkan pengelolaan aset energi nasional agar mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi sektor energi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
