Menko AHY Sebut Infrastruktur Jadi Kunci Sukses Transisi Kendaraan Listrik
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia yang diluncurkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (29/6/2026). Inisiatif sektor swasta tersebut memperkuat upaya pemerintah mempercepat transisi menuju sistem transportasi rendah emisi, dengan syarat pembangunan infrastruktur kendaraan listrik ikut dipercepat agar adopsinya semakin luas.
Dalam peluncuran program bertajuk "Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia: Komitmen Nyata Mendukung Mobilitas Masa Depan", AHY mengatakan pemerintah menyambut baik kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
"Atas nama Pemerintah Indonesia, khususnya dari jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, saya menyambut dengan sangat baik, sekaligus mendorong Grab Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir terus berupaya menghadirkan solusi dan menjadi bagian dari solusi bagi masa depan transportasi Indonesia," ujar AHY dikutip Rabu (1/7/2026).
Ia mengatakan Indonesia sebagai negara berpenduduk besar membutuhkan sistem transportasi yang semakin efisien di sektor darat, laut, maupun udara. Di sisi lain, pembangunan ekonomi dan infrastruktur harus tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menekan emisi karbon.
Baca Juga
AHY Dorong RI Jadi Jembatan ASEAN-Eurasia di Tengah Ketidakpastian Global
"Kita ingin terus tumbuh ekonominya, terus membangun termasuk infrastrukturnya, tetapi tetap ramah terhadap lingkungan. Kita harus menjaga kelestarian bumi ini untuk anak cucu dan generasi penerus kita," katanya.
AHY menjelaskan sektor energi masih menjadi penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 55%. Dari jumlah tersebut, sektor transportasi menyumbang sekitar 22%, sedangkan hampir 89% emisi transportasi berasal dari kendaraan darat. Pemerintah terus mendorong kebijakan yang mendukung transisi energi baru dan terbarukan melalui pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil, termasuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik.
"Semangat kita adalah bagaimana mengembangkan strategi dan kebijakan yang lebih berpihak pada transisi energi baru dan terbarukan. Kita ingin mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar berbasis fosil, apalagi di tengah dinamika geopolitik global yang sering memicu lonjakan harga minyak dunia," jelasnya.
AHY mengapresiasi perkembangan armada kendaraan listrik Grab Indonesia yang meningkat signifikan dalam setahun terakhir. Menurut dia, pencapaian tersebut menunjukkan sektor swasta memiliki peran penting dalam mempercepat transformasi transportasi nasional.
"Tahun lalu jumlah kendaraan listrik Grab sekitar 14.000 unit. Pada Juni tahun ini telah mencapai 28.000 unit, dan mudah-mudahan pada akhir tahun dapat menembus 42 ribu unit. Ini merupakan target yang sangat baik dan layak kita dukung bersama," ungkap AHY.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan, mulai pemberian insentif bagi industri dan investor, pengembangan rantai pasok baterai, peningkatan kapasitas industri kendaraan listrik nasional, hingga mendorong investasi di sektor tersebut.
Baca Juga
AHY Soroti 3 Biang Kerok Wisatawan Enggan Datang ke Indonesia
Selain itu, pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) akan terus dipercepat agar masyarakat semakin yakin beralih menggunakan kendaraan listrik. Menurut AHY, pemerataan infrastruktur pengisian daya menjadi faktor penting untuk menghilangkan kekhawatiran pengguna terhadap keterbatasan jarak tempuh.
"Ketersediaan SPKLU menjadi salah satu harapan masyarakat. Pemerintah ingin terus mendorong agar jumlah titik pengisian semakin banyak dan penyebarannya semakin merata. Jawa tentu menjadi prioritas karena jumlah penduduknya besar, tetapi wilayah di luar Jawa juga harus terus diperluas sehingga pengguna kendaraan listrik semakin nyaman bepergian tanpa khawatir kehabisan daya," tuturnya.
AHY berharap kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha semakin kuat untuk mempercepat transformasi sistem transportasi nasional yang modern, efisien, berdaya saing, sekaligus ramah lingkungan. "Mudah-mudahan Indonesia terus tumbuh, terus maju, dan mampu menghadirkan sistem transportasi yang semakin ramah lingkungan demi masa depan yang lebih baik," tutup AHY.
