Jepang Memanggil! Lulusan Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Siap Terbang
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id — Institut Kemandirian (IK) Dompet Dhuafa resmi memulai ekspansi penyaluran tenaga kerja ke pasar internasional. Melalui acara Vocational Insights yang digelar di Karawaci, Tangerang, lembaga pelatihan ini mengumumkan pelepasan dua orang lulusan terbaiknya sebagai angkatan pertama yang akan diberangkatkan untuk bekerja di Jepang pada September mendatang.
Langkah ini menjadi catatan sejarah baru bagi Institut Kemandirian dalam rangkaian perayaan Milad ke-21. Program pengiriman tenaga kerja ini dirancang khusus untuk memfasilitasi usia produktif agar memiliki karir di level global setelah melalui serangkaian pelatihan intensif dan sertifikasi kompetensi.
Baca Juga
Jalankan Program Kawasan Sehat, Dompet Dhuafa Raih Penghargaan dari Pemkab Muara Enim
Manager Diklat dan Operasional Institut Kemandirian, Muhammad Imam Baihaqi, menjelaskan kedua peserta tersebut telah dinyatakan diterima oleh salah satu perusahaan di Jepang dan saat ini tengah menunggu proses administrasi visa.
"Dalam momen Vocational Insights ini, kami sampaikan bahwa ada dua orang dari batch pertama yang insyaallah akan kita kirim ke Jepang pada September nanti. Mereka telah dibekali keterampilan yang sesuai spesifikasi kebutuhan industri di sana. Kami memberikan pelatihan sekaligus dukungan pembiayaan untuk keberangkatan mereka," ujar Imam kepada Investortrust di Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (30/6/2026).
Acara Vocational Insights diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai bidang keahlian, mulai kelas menjahit, mekanik motor, hingga sekolah tukang ahli (Stuka). Selain memberikan motivasi dari pembicara eksternal, kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan sinergi antara lembaga pelatihan dengan dunia industri.
Imam menambahkan, pengiriman ke Jepang hanya salah satu bagian dari target besar Institut Kemandirian tahun ini. Secara total, lembaga ini menargetkan untuk melatih 600 penerima manfaat di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2024/2025. Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 200 orang yang telah lulus pelatihan.
"Selain program luar negeri, kami juga melakukan penandatanganan MoU dengan mitra-mitra offtaker di dalam negeri. Jadi, peserta yang tidak ke Jepang tetap memiliki jalur penyaluran kerja yang jelas melalui mitra kolaborasi kami. Kami juga menyerahkan sertifikat TUK (test uji kompetensi) untuk kelas motor sebagai jaminan kualitas lulusan kami," jelasnya.
Saat ini, program pelatihan Institut Kemandirian tidak hanya terpusat di Karawaci, Tangerang, tetapi juga tersebar di berbagai wilayah, seperti Yogyakarta untuk pelatihan cukur rambut dan Depok untuk kelas menjahit.
"Harapannya, setelah dilatih, para peserta bisa langsung terserap di dunia kerja atau bahkan membuka usaha sendiri secara mandiri. Kami ingin memastikan setiap lulusan memiliki daya saing, baik di pasar domestik maupun internasional," terang Imam.
Lebih jauh langkah ini dilakukan Institut Kemandirian sebagai langkah konkret dalam menekan angka pengangguran terbuka di Indonesia yang menembus angka 7,2 juta orang.
Baca Juga
Kurban Tembus Pelosok, Dompet Dhuafa Salurkan ke Aceh, NTT, Lampung dan Jawa Timur
Ketua Pengurus Yayasan Umar Usman, Asep Hendriana, menegaskan pentingnya sinergi multi-pihak dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan di Indonesia. Menurutnya, penanganan pengangguran tidak bisa dilakukan secara parsial.
"Kolaborasi pentahelix diperlukan untuk menguatkan program yang dijalankan Institut Kemandirian. Hari ini kita menghadirkan berbagai mitra kerja sama sebagai komitmen membuka kolaborasi demi memaksimalkan kebermanfaatan dan tercapainya output serapan kerja," ujar Asep dalam sambutannya.
Ia mengibaratkan kerja sama ini seperti sapu lidi yang akan jauh lebih kuat dan bermanfaat jika digabungkan.
