Gaikindo Usul Perluas Stimulus untuk Semua Jenis Kendaraan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengapresiasi komitmen pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dalam menjaga pertumbuhan dan daya saing industri otomotif nasional. Gaikindo juga mendorong stimulus bagi seluruh jenis kendaraan bermotor agar pasar otomotif tetap tumbuh.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty mengatakan, pemerintah terus menunjukkan komitmen dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi industri otomotif.
"Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog yang rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor," ujar Anton dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).
Baca Juga
Pemerintah Gelontorkan Stimulus Transportasi Rp 2,04 T, Tiket KA hingga Pesawat Didiskon
Menurut Gaikindo, salah satu bentuk dukungan pemerintah adalah fasilitas user specific duty-free scheme (USDFS). Selama periode Juli 2008 hingga Desember 2025, realisasi impor melalui skema tersebut mencapai sekitar 8,25 juta ton dengan nilai sekitar US$ 800 miliar.
Sebanyak 57 dari total 74 perusahaan pengguna fasilitas USDFS berasal dari sektor otomotif. Fasilitas ini membebaskan bea masuk impor bahan baku dan komponen yang belum diproduksi di dalam negeri sehingga mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Gaikindo juga menilai kebijakan pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) berhasil mendorong pemulihan industri otomotif nasional. Insentif tersebut dimanfaatkan berbagai merek kendaraan yang diproduksi di Indonesia sesuai ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Selain itu, pemerintah dinilai konsisten mendorong transformasi industri melalui program low carbon emission vehicle (LCEV). Program tersebut mempercepat investasi kendaraan elektrifikasi sekaligus meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.
Anton mengatakan keberhasilan industri otomotif nasional tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Menurutnya, komunikasi yang intensif menjadi salah satu kunci menjaga daya saing industri.
"Keberhasilan industri otomotif nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri. Salah satu bentuk forum komunikasi yang secara rutin diselenggarakan adalah dialog bersama antara Indonesia dan Jepang yakni Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting," ungkap Anton.
Di sisi lain, Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie Sugiarto mengatakan, sejumlah produsen otomotif asal China juga berharap memperoleh dukungan kebijakan yang sama seperti investor Jepang. Menurutnya, hal itu menunjukkan Indonesia masih menjadi tujuan investasi yang menarik bagi industri otomotif global.
Baca Juga
Tak Jadi Juni 2026, Pemerintah Tunda Insentif Kendaraan Listrik
"Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang saat ini sedang mulai berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia," tutur Jongkie.
Untuk itu, Gaikindo mengusulkan pemerintah memperluas stimulus bagi seluruh jenis kendaraan bermotor. Usulan tersebut mencakup kendaraan berbasis Internal combustion engine (ICE), hybrid (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), hingga battery electric vehicle (BEV).
"Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, Gaikindo akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan," kata Anton.
