Astra Perkuat Vokasi, Ubah Tantangan Pendidikan di Kupang Menjadi Peluang Kerja
Poin Penting
|
KUPANG, investortrust.id - Di wilayah perdesaan Kabupaten Kupang, pendidikan vokasi masih menghadapi kesenjangan antara kebutuhan dunia kerja dan kondisi pembelajaran di sekolah. Astra melalui Yayasan Astra hadir untuk memperkuat pendidikan vokasi agar siswa siap mengisi peluang kerja dan kewirausahaan.
Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII), Djony Bunarto Tjondro menegaskan, pendidikan vokasi memegang peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang siap kerja dan mandiri, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses.
“Melalui Yayasan Astra-Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim, kami berupaya memperkuat kapasitas guru dan pembelajaran praktik agar lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki keterampilan yang relevan dan mampu menciptakan peluang kerja bagi dirinya sendiri,” ujar Djony dalam siaran pers, Senin (23/2/2026).
Djony Tjondro menjelaskan, keterbatasan fasilitas praktik, akses pembelajaran, serta kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis keterampilan berdampak pada kesiapan lulusan SMK untuk bekerja atau berwirausaha setelah lulus.
Kondisi tersebut, kata dia, dihadapi SMK Negeri 1 Takari di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Sekolah ini menjadi rujukan pendidikan vokasi bagi siswa dari sejumlah desa di sekitarnya, antara lain Desa Oesusu, Desa Benu, Desa Takari, serta beberapa desa lain di wilayah pedalaman Kabupaten Kupang.
Baca Juga
Rayakan HUT Ke-69, Astra Bersiap Menuju Tonggak 70 Tahun Membangun Negeri
“Sebagian besar siswa harus menempuh jarak cukup jauh setiap hari untuk mengakses pendidikan kejuruan yang relevan dengan kebutuhan kerja,” tutur dia.
Menjawab tantangan tersebut, menurut Djony Tjondro, Astra melalui Yayasan Astra secara bertahap melakukan pendampingan pendidikan vokasi yang berfokus pada penguatan kapasitas guru, pengembangan pembelajaran berbasis praktik, serta peningkatan kesiapan siswa memasuki dunia kerja dan kewirausahaan.
“Pendampingan ini dijalankan oleh Yayasan Astra-Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim sebagai yayasan yang berfokus pada bidang Pendidikan,” ucap dia.
Djony mengungkapkan, SMK Negeri 1 Takari saat ini memiliki 322 siswa yang terbagi dalam lima konsentrasi keahlian, yaitu kriya kreatif kayu dan rotan, kriya kreatif batik dan tekstil, desain pemodelan informasi bangunan, teknik kendaraan ringan, serta teknik pengelasan.
“Sekitar 80% siswa berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana dan memilih jalur SMK dengan harapan dapat langsung bekerja setelah lulus,” ujar dia.
Baca Juga
Sarana Praktik Terbatas
Sebelum pendampingan dilakukan, kata Djony Tjondro, proses pembelajaran dihadapkan pada keterbatasan sarana praktik, minimnya alat pembelajaran, serta kebutuhan penguatan kapasitas guru agar metode pengajaran lebih kontekstual dan selaras dengan kebutuhan industri.
Djony menuturkan, Yayasan Astra-Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim sejak 2021 mendampingi SMK Negeri 1 Takari melalui pendekatan bertahap. Pendampingan dimulai dari penguatan karakter siswa, dilanjutkan dengan penguatan literasi dan numerasi bagi 23 guru, serta penguatan teaching factory pada 2023 untuk mendekatkan pembelajaran dengan praktik dunia kerja.
“Pendampingan ini mendorong lahirnya inovasi pembelajaran di tengah keterbatasan sarana. Pada jurusan teknik kendaraan ringan, guru dan siswa mengembangkan alat simulasi pembelajaran, seperti sistem penerangan dan sistem starter kendaraan,” papar dia.
Djony menambahkan, inovasi ini kemudian difasilitasi untuk dikembangkan menjadi aplikasi pembelajaran berbasis digital bernama Gaspol, yang memuat materi pengenalan komponen, simulasi rangkaian, serta kuis pembelajaran. Hingga saat ini, aplikasi tersebut telah dimanfaatkan oleh sedikitnya 75 siswa dan digunakan dalam sesi pembelajaran praktik.
Menurut Djony Tjondro, dampak pendampingan mulai terlihat pada kesiapan lulusan SMK Negeri 1 Takari. Sejumlah alumni kini bekerja di sektor jasa otomotif maupun menjalankan usaha mandiri.
Baca Juga
“Salah satu lulusan jurusan pengelasan yang sebelumnya mengalami kesulitan akademik kini mengelola bengkel sendiri dan kembali ke sekolah sebagai penguji praktik bagi adik kelasnya, memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis pengalaman nyata,” tutur dia.
Djony mengemukakan, Yayasan Astra-Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim juga membuka akses keberlanjutan pendidikan melalui kerja sama dengan Politeknik Astra. Program ini memberikan kesempatan bagi siswa kelas XII untuk mengikuti seleksi beasiswa penuh, dengan jumlah penerima mencapai 6 siswa per tahun.
“Pendampingan berkelanjutan ini menjadikan SMK Negeri 1 Takari sebagai salah satu rujukan bagi sekolah kejuruan lain di Kabupaten Kupang, khususnya dalam penguatan pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi antara guru dan siswa,” papar dia.
Dia menegaskan, semangat Astra untuk terus mendukung penguatan pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas SDM, khususnya di wilayah dengan tantangan akses pendidikan, sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Kisah lengkap perjalanan pendampingan ini dapat disaksikan melalui kanal YouTube SATU Indonesia.

