Bukalapak (BUKA) Fokus Empat Bisnis Inti, Pendapatan Melesat 46%
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mempercepat transformasi bisnisnya dengan memfokuskan operasional pada empat lini usaha utama setelah menghentikan penjualan produk fisik melalui aplikasi dan situs web sejak awal 2025. Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil dengan pertumbuhan pendapatan 46% mencapai Rp 6,5 triliun pada 2025 serta pencapaian EBITDA yang berbalik positif.
Di tengah persaingan industri digital yang semakin ketat, BUKA melakukan kalibrasi ulang model bisnis dengan menitikberatkan pada pertumbuhan yang lebih terukur. Perusahaan tidak lagi semata mengejar skala bisnis, melainkan memperkuat fundamental usaha dan mengembangkan segmen yang memiliki jalur profitabilitas lebih jelas.
Baca Juga
BMoney (BUKA) Bidik AUM Rp 10 T dan EBITDA Rp 20 M, Mayoritas Dana Disumbang Nasabah Tajir
Saat ini BUKA berfokus pada empat segmen utama, yakni Mitra Bukalapak, gaming, investasi, dan ritel. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menjaga relevansi bisnis sekaligus menciptakan nilai yang lebih besar bagi para pemangku kepentingan.
Corporate Secretary PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Cut Fika Lutfi mengatakan transformasi tersebut dilakukan agar setiap lini usaha mampu beradaptasi dengan perubahan pasar yang berlangsung cepat.
“Transformasi ini mencerminkan upaya manajemen untuk memastikan bahwa setiap segmen bisnis tetap relevan dengan dinamika pasar yang terus berkembang, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih kuat,” ujar dia dikutip Rabu (24/6/2026).
Perubahan strategi tersebut tercermin pada kinerja keuangan perusahaan. Sepanjang 2025, BUKA membukukan pendapatan sebesar Rp 6,5 triliun, meningkat sekitar 46% dibandingkan Rp 4,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa seluruh lini bisnis utama perusahaan semakin berkontribusi terhadap kinerja secara keseluruhan. Kondisi itu juga memperkuat fondasi transformasi yang sedang dijalankan perusahaan menuju model bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Momentum positif berlanjut pada awal 2026. Pada kuartal I-2026, pendapatan BUKA meningkat 63% secara tahunan menjadi Rp 2,4 triliun, dibandingkan Rp 1,5 triliun pada kuartal I-2025.
Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang tinggi, perusahaan juga berhasil membalikkan kinerja operasionalnya dengan mencatat adjusted EBITDA positif sebesar Rp 4 miliar pada kuartal I-2026. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan posisi negatif Rp 20 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh penguatan pendapatan serta optimalisasi operasional yang terus dilakukan perusahaan
Empat Mesin Pertumbuhan
Ke depan, strategi pertumbuhan BUKA bertumpu pada pengembangan empat lini bisnis yang saling terhubung dan mendukung satu sama lain. Melalui platform online-to-offline (O2O) Mitra Bukalapak, perusahaan berupaya memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui solusi business-to-business-to-consumer (B2B2C). Program ini membantu warung tradisional dan agen perorangan bertransformasi menjadi peritel modern yang terintegrasi secara digital.
Sebagai pusat layanan digital lokal, Mitra Bukalapak menyediakan berbagai produk virtual seperti pulsa, paket data, token listrik, hingga voucher permainan digital melalui pendekatan distribusi multikanal.
Di sisi lain, segmen gaming yang beroperasi di bawah Multi Realm Games (MRG) menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan. MRG berfungsi sebagai entitas holding yang mengintegrasikan ekosistem gaming BUKA, termasuk Lapakgaming dan Itemku.
Melalui platform tersebut, pengguna dapat melakukan top-up instan, membeli voucher digital, serta bertransaksi dalam marketplace consumer-to-consumer (C2C) yang didukung sistem escrow atau rekening penampungan sementara untuk meningkatkan keamanan transaksi. BUKA juga terus memperluas jangkauan bisnis gaming melalui berbagai kolaborasi strategis di pasar domestik, regional, maupun global.
Baca Juga
Bukalapak.com (BUKA) Merugi Rp 423,5 Miliar di Kuartal I-2026
Pada segmen investasi, BUKA mengembangkan BMoney, platform investasi yang telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Platform ini menyediakan akses investasi yang lebih terjangkau ke berbagai instrumen, mulai dari reksa dana, saham, obligasi, hingga emas.
BMoney saat ini mengelola aset kelolaan atau assets under management (AUM) sebesar Rp 6 triliun dan telah menjangkau lebih dari 1 juta pengguna. Platform tersebut juga disebut mampu mempertahankan profitabilitas secara konsisten.
Sementara itu, segmen ritel terus menunjukkan perkembangan positif dengan fokus pada produk fesyen dan gaya hidup yang mengedepankan kreativitas serta keberlanjutan. Perusahaan menjalin kerja sama dengan sejumlah merek internasional, seperti ADLV, National Geographic, dan LifeWork, sekaligus mengembangkan berbagai merek internal untuk memperkuat posisi bisnis ritel.
