Pengguna LRT Jabodebek Naik 23%, KAI Tingkatkan Fasilitas Stasiun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperkuat keandalan dan keselamatan fasilitas di berbagai stasiun LRT Jabodebek seiring meningkatnya jumlah pengguna layanan sebesar 23% dari Januari-Mei 2025 sebanyak 10,7 juta pengguna menjadi 13,2 juta pengguna di periode yang sama tahun ini.
"Pada periode Januari-Mei 2026, LRT Jabodebek melayani 13.211.856 pengguna, meningkat sekitar 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 10.727.798 pengguna," kata Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026).
Baca Juga
Gandeng LRT di Stasiun Dukuh Atas, BSI Bidik 2 Juta Nasabah Tabungan Emas
Sepanjang 2026, lanjutnya, KAI melakukan sejumlah pekerjaan peningkatan fasilitas, meliputi penambahan dan optimalisasi sistem penerangan di jembatan penyeberangan orang (JPO) Stasiun Pancoran, area entrance dan JPO Stasiun Kuningan, area JPO dan lift Stasiun Rasuna Said, serta penambahan pendingin udara di area concourse Stasiun Dukuh Atas.
Selain itu, KAI juga melaksanakan program peremajaan dan peningkatan keandalan lift serta eskalator di sejumlah stasiun, yakni Jatimulya, Bekasi Barat, Jatibening Baru, dan Cikunir 1. Pekerjaan tersebut mencakup penggantian berbagai komponen utama untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, dan keandalan fasilitas yang digunakan masyarakat setiap hari.
Adapun perseroan melakukan perawatan korektif waterproofing atap di seluruh stasiun LRT Jabodebek guna menjaga kondisi fasilitas tetap optimal dalam berbagai kondisi cuaca.
"Keselamatan merupakan fondasi utama layanan transportasi publik. Untuk itu, setiap program perawatan dan peningkatan fasilitas yang kami lakukan selalu mengedepankan aspek keselamatan bagi pengguna maupun petugas, sehingga pengguna dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman sejak berada di area stasiun hingga tiba di tujuan," tambah Radhitya.
Kenaikan jumlah pengguna juga tercermin dari rata-rata pengguna harian pada hari kerja yang meningkat dari sekitar 98.000 pengguna pada Januari-Mei 2025 menjadi sekitar 120.000 pengguna pada periode yang sama tahun 2026.
Dikatakan Radhitya, keberadaan fasilitas yang andal menjadi faktor penting dalam mendukung pengalaman perjalanan pengguna di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang terintegrasi dan nyaman.
Baca Juga
Waskita (WSKT) dan Jakpro Mulai Uji Coba LRT Jakarta Fase 1B, Progres Proyek Capai 93,07%
"LRT Jabodebek merupakan bagian dari ekosistem transportasi perkotaan yang terhubung dengan berbagai moda transportasi lainnya. Karena itu, peningkatan fasilitas terus dilakukan agar pengguna dapat berpindah moda dengan lebih aman, nyaman, dan lancar. Pada akhirnya, seluruh upaya ini ditujukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi masyarakat," ucapnya.
Radhitya menyebut PT KAI akan terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan fasilitas stasiun sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi bagi masyarakat Jabodebek.
