Harga Emas Turun 1% Setelah The Fed Tahan Suku Bunga
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas dunia melemah pada Rabu (17/6/2026) setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5% hingga 3,75%, sementara investor mencermati arah kebijakan moneter di bawah Ketua baru The Fed Kevin Warsh.
Keputusan tersebut mendorong sebagian pelaku pasar mengurangi posisi di aset safe haven, sehingga harga emas spot turun 1,03% menjadi US$ 4.285,52 per ons dan kontrak berjangka emas AS pengiriman Agustus melemah 0,84% menjadi US$ 4.317,8 per ons.
Baca Juga
Harga Emas Capai Rekor Tertinggi Sepekan, Pasar Sambut Damai AS-Iran
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menyatakan keputusan mempertahankan suku bunga diambil untuk mendukung mandat ganda bank sentral, yakni menjaga stabilitas harga dan memaksimalkan lapangan kerja.
"Komite memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada 3,5% hingga 3,75%, untuk mendukung mandat ganda Federal Reserve," demikian pernyataan FOMC.
FOMC juga menegaskan bahwa inflasi masih berada di atas target jangka panjang 2%. "Inflasi tetap tinggi relatif terhadap target 2% komite, sebagian mencerminkan guncangan pasokan yang telah mendorong kenaikan harga di sektor-sektor tertentu, termasuk energi. Komite akan mewujudkan stabilitas harga," lanjut pernyataan tersebut.
Penurunan harga emas mencerminkan respons pasar terhadap sinyal bahwa suku bunga tinggi kemungkinan akan bertahan lebih lama. Dalam kondisi suku bunga tinggi, imbal hasil instrumen berbasis dolar AS menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.
Baca Juga
Selain itu, penguatan dolar AS setelah pengumuman The Fed turut menekan harga logam mulia. Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar karena dihargakan dalam mata uang tersebut.
Pelaku pasar kini menantikan data inflasi dan tenaga kerja AS berikutnya untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed pada pertemuan mendatang. Jika inflasi tetap tinggi, peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat diperkirakan semakin kecil.
