Sumur Baru Pertamina di Papua Barat Daya Produksi 623 BOPD
Poin Penting
|
PAPUA BARAT, Investortrust.id – PT Pertamina EP Papua Field, bagian dari Zona 14 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, berhasil mencatatkan produksi awal sebesar 623 barel minyak per hari atau barrel oil per day (BOPD) dari Sumur Pengembangan Salawati SLW-F2X di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Capaian yang diperoleh melalui uji produksi pada Kamis (11/6/2026) ini menjadi tambahan pasokan minyak nasional sekaligus memperkuat upaya menjaga ketahanan energi Indonesia.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti konsistensi Pertamina dalam mengembangkan potensi minyak dan gas bumi di wilayah Kepala Burung, Papua Barat Daya. Sumur SLW-F2X merupakan bagian dari program pengembangan lapangan yang ditujukan untuk mengoptimalkan sumber daya migas di kawasan Indonesia Timur.
Baca Juga
Pertamina Patra Niaga Gandeng KPK dan Kejaksaan Agung Perkuat Tata Kelola Impor Energi
General Manager Zona 14 Indarwan Harsoni mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari disiplin perusahaan dalam menerapkan aspek health, safety, security and environment (HSSE) serta prinsip operational excellence di seluruh tahapan operasi.
"Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim serta dukungan para pemangku kepentingan. Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, masyarakat adat, dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran operasional perusahaan. Sinergi dan hubungan yang harmonis tersebut menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan lapangan migas di wilayah Papua," ujar Indarwan dikutip 17/6/2026).
Sumur SLW-F2X mulai ditajak pada Jumat (10/4/2026) menggunakan Rig PDSI #11.2/N80B-M. Proses pengeboran berhasil diselesaikan dalam waktu 54 hari sebelum memasuki tahap pengujian produksi. Pada Kamis (11/6/2026), sumur tersebut mencatatkan hasil uji produksi awal sebesar 623 barel minyak per hari atau BOPD. Produksi dilakukan menggunakan metode artificial lift electric submersible pump (ESP), yakni teknologi pompa listrik bawah permukaan yang digunakan untuk membantu mengangkat fluida dari sumur ke permukaan secara lebih efisien.
Keberhasilan pengeboran SLW-F2X juga memperpanjang tren positif program pengembangan sumur Pertamina EP Papua Field. Sebelumnya, perusahaan telah mencatat hasil yang menggembirakan melalui Sumur SLW-C4X.
Baca Juga
Laba Pertamina Trans Kontinental Naik 23% Jadi Rp 1,32 Triliun, Ini Penopangnya
Manager Papua Field Ardi mengatakan tambahan produksi dari sumur-sumur pengembangan akan memberikan kontribusi langsung terhadap target peningkatan produksi migas nasional.
"Tambahan produksi dari sumur-sumur pengembangan akan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia. Selain itu, aktivitas hulu migas yang berkelanjutan juga diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah di Tanah Papua. Dengan potensi yang masih tersedia, kami optimistis kinerja produksi Sumur SLW-F2X dapat terus dioptimalkan di masa mendatang," tutup Ardi.
