KAI Pastikan Sisa PMN Rp 1,055 Triliun Terserap September 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan sisa penyertaan modal negara (PMN) 2025 sebesar Rp 1,055 triliun akan terserap pada September 2026. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pengadaan sarana kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek melalui PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan, PMN 2025 senilai Rp1,8 triliun diterima perseroan pada 31 Desember 2025 dan telah diteruskan kepada PT KCI pada 20 Mei 2026.
Baca Juga
KAI Siapkan Jalur Kereta Sumatra Terhubung, Investasi Capai Rp 448 Triliun
"Realisasi PMN 2025 berdasarkan PP Nomor 51 Tahun 2025 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero), senilai Rp 1,8 triliun, di mana kami menerima ini di 31 Desember 2025. Kami telah meneruskan ke PT KCI tertanggal 20 Mei 2026, sehingga telah ter-spending yaitu Rp 744,46 miliar itu kepada PT Inka," kata Bobby dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Bobby menjelaskan, dana PMN yang belum terserap saat ini mencapai Rp 1,055 triliun. Menurutnya, dana tersebut akan digunakan mengikuti progres penyelesaian sembilan trainset KRL yang sedang diproduksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka.
"Sisa saldo yang ada untuk PMN 2025 ini senilai Rp 1,055 triliun yang proyeksinya akan kita spending sesuai progres dari penyelesaian 9 trainset yang sudah ada di PT Inka sesuai recoveryschedule-nya yaitu di dalam tahun ini, bulan September 2026," ujar Bobby.
Bobby menyebut PMN 2025 menjadi bagian dari dukungan pemerintah untuk proyek pengadaan sarana KRL Jabodetabek dengan total nilai Rp 9,18 triliun. Dari jumlah tersebut, dukungan pemerintah melalui PMN mencapai Rp 5,3 triliun atau sekitar 58% dari total kebutuhan pendanaan. "Total nilai proyek itu nilainya Rp 9,18 triliun, dari jumlah itu pembiayaannya terdiri dari dukungan pemerintah melalui PMN Rp 5,3 triliun 58%," papar Bobby.
Baca Juga
KAI Siapkan 40 'Flyover' Perlintasan Kereta, Butuh Dana Rp 1,2 Triliun
Selain PMN, pendanaan proyek berasal dari kredit sindikasi perbankan senilai Rp 3,69 triliun dan kas internal PT KCI sebesar Rp 190 miliar.
Proyek pengadaan sarana KRL Jabodetabek tersebut mencakup pengadaan KRL baru dari PT Inka dan CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd. asal Tiongkok, termasuk rencana pengadaan tambahan delapan trainset KRL baru dari PT Inka senilai Rp 2,05 triliun yang hingga kini belum memasuki tahap kontrak.

