Kuasai 91% Pasar Gas, PGN (PGAS) Percepat Ekspansi Infrastruktur Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina memperkuat ketahanan bisnis melalui optimalisasi infrastruktur energi nasional, peningkatan keandalan operasional, dan pengembangan sumber pertumbuhan baru. Strategi tersebut dijalankan untuk menjaga kinerja berkelanjutan sekaligus mendukung kebutuhan energi Indonesia yang terus meningkat di tengah dinamika ekonomi dan energi global.
Dominasi PGN di sektor hilir terlihat dari penguasaan lebih dari 91% pangsa pasar niaga gas bumi nasional.
PGN tetap bertumpu pada fundamental bisnis kuat melalui jaringan infrastruktur strategis, basis pelanggan luas, serta posisi penting perseroan dalam rantai pasok energi nasional.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan fokus utama perseroan saat ini adalah memastikan seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal guna mendukung kebutuhan energi nasional dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan. "Yang terus kami jaga adalah bagaimana infrastruktur yang telah dibangun selama ini dapat beroperasi secara andal, dimanfaatkan secara optimal, dan mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang," ujar Fajriyah dikutip Senin (8/6/2026).
Dengan total aset sekitar US$ 6,2 miliar, PGN mengelola jaringan pipa gas bumi lebih dari 33.000 kilometer dan melayani lebih dari 825.000 pelanggan di seluruh Indonesia. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi gas bumi bagi berbagai sektor, mulai rumah tangga, usaha kecil, pelanggan komersial, industri hingga pembangkit listrik.
Baca Juga
PGN (PGAS) Bagikan 80% Laba Jadi Dividen, Nilainya Rp 3 Triliun
Dominasi PGN di sektor hilir juga terlihat dari penguasaan lebih dari 91% pangsa pasar niaga gas bumi nasional. Posisi tersebut mempertegas peran strategis perseroan dalam menjaga pasokan energi domestik sekaligus memperluas pemanfaatan gas bumi di berbagai sektor ekonomi.
Skala infrastruktur dan basis pelanggan yang besar menjadi salah satu kekuatan utama PGN dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Perseroan juga terus mempertahankan keandalan operasional melalui pengelolaan aset yang konsisten, penerapan standar keselamatan yang ketat, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.
Selain mengoptimalkan infrastruktur yang telah beroperasi, PGN terus menjalankan berbagai proyek strategis untuk memperkuat konektivitas energi nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan infrastruktur terintegrasi, perluasan jaringan gas rumah tangga, dan peningkatan utilisasi aset energi yang telah dimiliki.
Melalui anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas), PGN dipercaya mengoperasikan Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II. Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat konektivitas penyaluran gas antarwilayah sekaligus memperluas pemanfaatan gas bumi domestik untuk sektor industri dan kelistrikan.
Keberadaan Cisem Tahap II juga diyakini dapat meningkatkan fleksibilitas pasokan gas, khususnya untuk wilayah Jawa bagian barat yang menjadi salah satu pusat aktivitas industri nasional.
Di sisi lain, PGN terus memperkuat ketahanan pasokan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Berbagai kesepakatan strategis yang dijalin dalam beberapa tahun terakhir diarahkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi, memenuhi kebutuhan pelanggan, serta meningkatkan utilisasi infrastruktur yang telah dibangun.
Kinerja Operasional dan Keuangan Tetap Solid
Kinerja operasional PGN tetap terjaga sepanjang awal tahun ini. Pada kuartal I 2026, perseroan mencatat volume distribusi gas bumi sebesar 777 BBTUD dan volume transmisi mencapai 1.539 MMSCFD. Capaian tersebut mencerminkan peran strategis PGN dalam mendukung kebutuhan energi berbagai sektor ekonomi nasional melalui jaringan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi.
Dari sisi keuangan, PGN juga memiliki fondasi yang kuat untuk menjalankan agenda pertumbuhan jangka panjang. Hingga akhir Maret 2026, rasio utang terhadap modal atau debt to equity ratio berada di kisaran 29%.
Baca Juga
PGN (PGAS) Raih Pengakuan atas Tata Kelola dan Kepatuhan Hukum
Pada periode yang sama, posisi kas dan setara kas tercatat sekitar US$ 1,36 miliar atau setara Rp 22,1 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.250 per dolar AS. Perseroan juga membukukan rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 21 kali yang mencerminkan kemampuan pendanaan dan fleksibilitas keuangan yang sehat.
Sebagai bentuk komitmen kepada pemegang saham, PGN mempertahankan dividend payout ratio sebesar 80% dari laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk Tahun Buku 2025.
"Kebutuhan energi Indonesia akan terus berkembang. Karena itu kami fokus memastikan PGN memiliki infrastruktur, pasokan, dan kapasitas yang memadai untuk menangkap pertumbuhan tersebut. Dengan fondasi bisnis yang kuat dan posisi pasar yang telah dibangun selama ini, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus mendukung ketahanan energi nasional," tutup Fajriyah.

