Program Gentingisasi Digeber, BRI Siap Danai UMKM Produsen Genting
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) menyatakan, pemerintah tengah memperluas program gentingisasi untuk mendukung perbaikan rumah rakyat sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM produsen genting di sejumlah daerah.
Peluncuran perdana program tersebut telah dilakukan sekitar 3 bulan lalu dengan distribusi sekitar 14 truk yang mengangkut genting. Saat ini, program lanjutan disebut telah dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Majalengka.
“Kenapa Majalengka? Karena sentra genting itu di Kecamatan Jatiwangi, Majalengka,” ujar Ara di kantor BRI, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).
Baca Juga
Tembus Rp 9,2 Triliun, Penyaluran KUR Perumahan BRI Terbesar Nasional
Selain di Majalengka, kata Ara, pemerintah juga menyiapkan sentra genting lain di Plered, Purwakarta, Jawa Barat. Sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur tengah dipersiapkan lokasi produksi lainnya, seperti Kebumen serta Nganjuk.
Menteri PKP menambahkan, pendanaan UMKM produsen genting juga telah disiapkan melalui dukungan perbankan, salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. “Jadi BRI juga berpartisipasi, kalau diperlukan ya, untuk siap untuk men-support dari segi pendanaan. Jadi artinya pendanaan tak ada isu,” tegas Maruarar.
Ia mengatakan, program gentingisasi merupakan dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Menurut Ara, penggunaan genting dinilai dapat membuat rumah lebih nyaman sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga mendorong UMKM produsen genting memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat (Jabar) Herman Suryatman menyebut, saat ini terdapat delapan UMKM daerah yang telah lolos SNI.
Maruarar mengatakan, salah satu pengguna utama produk genting tersebut adalah Kementerian PKP melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) alias bedah rumah. Di Jawa Barat, katanya, terdapat 40.000 rumah tidak layak huni (RTLH) yang akan dibedah dengan kebutuhan sekitar 12 juta genting.
Baca Juga
Komite Tapera Bakal Matangkan Skema Tenor KPR Subsidi 40 Tahun Pekan Depan
Sementara di Jawa Tengah, pemerintah menargetkan perbaikan 33.000 RTLH dengan kebutuhan sekitar 9,9 juta genteng. Adapun di Jawa Timur terdapat 36.000 RTLH yang akan dibedah dengan kebutuhan sekitar 10,8 juta genteng.
Dalam kesempatan yang sama, Maruarar juga menyinggung peran BRI dalam pemberdayaan UMKM. Dikatakan Ara, BRI turut mendorong UMKM agar memiliki daya saing melalui penguatan aspek legalitas, perpajakan, dan pengelolaan keuangan agar dapat menjadi bankable dan naik kelas.

