Proyek IT Center BRI Ragunan Rp 4,05 Triliun Hampir Rampung, Progres Tembus 98,92%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Hutama Karya (Persero) menyampaikan, progres fisik pembangunan kawasan IT Center BRI Ragunan Paket 2 senilai Rp 4,05 triliun telah mencapai 98,92% hingga Mei 2026. Percepatan penyelesaian proyek ini guna mendukung penguatan infrastruktur digital dan pusat data (data center) strategis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani menyatakan, seluruh material utama proyek telah terpasang sejak Maret 2026. Saat ini, proyek memasuki tahap akhir penyelesaian arsitektur, mechanical electrical plumbing (MEP), serta persiapan commissioning fasilitas.
“Proyek IT Center BRI Ragunan Paket 2 kami harapkan dapat menjadi fondasi infrastruktur digital yang akan memperkuat layanan perbankan nasional,” kata Hamdani dalam keterangannya, dikutip Rabu (13/5/2026).
Baca Juga
Proyek Hunian Bantaran Rel Senen Capai 99%, Hutama Karya Sebut Rampung Juni 2026
Menurut dia, perseroan saat ini fokus memastikan seluruh sistem teruji dengan baik sebelum fasilitas mulai beroperasi penuh. “Dengan progres yang hampir tuntas ini, kami fokus memastikan seluruh sistem teruji dengan baik agar siap mendukung operasi data center BRI secara andal dan berkelanjutan,” tambah Hamdani.
Dalam proyek tersebut, Hutama Karya membangun dua gedung utama, yakni Gedung Techno yang terdiri dari satu basement dan 13 lantai serta Gedung Cloud dengan lima lantai dan satu atap. Total luas bangunan mencapai 18.914 meter persegi (m2).
Fasilitas tersebut akan difungsikan sebagai perkantoran dan data center yang dirancang untuk mendukung kebutuhan infrastruktur teknologi informasi BRI ke depan. Kehadiran IT Center ini disebut akan memperkuat kapasitas pengolahan data, meningkatkan stabilitas jaringan, serta mendukung layanan perbankan yang lebih cepat dan terintegrasi.
Hamdani menjelaskan, proyek ini dikembangkan dengan implementasi teknologi Building Information Modeling (BIM) 3D–5D dan pendekatan lean construction. Penerapan teknologi tersebut, lanjutnya, dilakukan untuk mendukung perencanaan dan pengendalian pekerjaan agar lebih presisi dan efisien.
Selain itu, proyek juga menerapkan standar quality, health, safety, security & environment (QHSSE) melalui implementasi ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, dan ISO 27001:2022.
Baca Juga
BSI (BRIS) Ungkap Efek Positif Program Pemerintah Terhadap Kinerja Bisnis
Di sisi lain, proyek IT Center BRI Ragunan Paket 2 juga mengusung konsep green building dan sustainable construction. Gedung dirancang menggunakan sistem pintar untuk pengelolaan energi yang lebih efisien, termasuk pengaturan suhu otomatis dan manajemen utilitas adaptif sesuai kebutuhan operasional.
Pada 1 Agustus 2025, Hutama Karya telah menyelesaikan tahap struktur utama atau topping off proyek tersebut. Saat ini proyek memasuki tahap akhir pengujian sistem sebelum dioperasikan untuk mendukung infrastruktur digital BRI.
Adapun lokasi kawasan IT Center BRI Ragunan Paket 2 memiliki lokasi strategis hanya 400 meter dari Terminal Ragunan dan 450 meter dari Halte Transjakarta Ragunan. Gedung ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

