Bagikan

BSI (BRIS) Ungkap Efek Positif Program Pemerintah Terhadap Kinerja Bisnis

Poin Penting

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menyebut berbagai program pemerintah memberi dampak positif terhadap kinerja bisnis perseroan, termasuk pengembangan bisnis bullion bank setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto sebagai bank bullion pertama di Indonesia pada Februari 2025.
Direktur Manajemen Risiko PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Grandhis Helmi Harumansyah mengungkapkan hingga kini BSI telah mengelola sekitar 23,05 ton emas melalui bisnis bullion yang mencakup tabungan emas, cicil emas, dan gadai emas.
Selain bisnis emas, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk juga mendukung program pemerintah melalui penempatan dana SAL sekitar Rp10 triliun, pembiayaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hampir Rp200 miliar untuk 211 dapur, serta penyaluran KUR dengan outstanding Rp25,7 triliun kepada lebih dari 17 ribu UMKM.

JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) mengungkapkan, berbagai program pemerintah telah memberikan dampak positif terhadap kinerja bisnis perseroan hingga saat ini.

Direktur Manajemen Risiko BSI Grandhis Helmi Harumansyah menyatakan, salah satu kontribusi utama pihaknya dalam mendukung program pemerintah adalah melalui pengembangan bisnis bullion bank atau bank emas.

“Program pemerintah ini memberikan dampak yang positif kepada kinerja perusahaan. Pada 26 Februari 2025 BSI diresmikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto sebagai bank bullion pertama di Indonesia,” ujarnya, dalam Press Conference Kinerja Triwulan I 2026 BSI, secara daring, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga

Komitmen Terapkan ESG, Pembiayaan Berkelanjutan BSI (BRIS) Tembus Rp 75,3 Triliun

Grandhis menjelaskan, hingga saat ini BSI telah mengelola sekitar 23,05 ton emas dari lini bisnis bullion yang mencakup tabungan emas, cicil emas, dan gadai emas.

“Artinya, bisnis yang diinisiasi dan dijalankan oleh BSI berjalan dengan baik,” katanya.

Selain itu, BSI juga berpartisipasi dalam penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah dengan alokasi mencapai sekitar Rp 10 triliun.

Lalu, dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), BSI turut menyediakan layanan virtual account untuk operasional pengelola dapur MBG. Saat ini terdapat sekitar 1.600 titik dapur MBG yang telah menggunakan layanan BSI dan tersebar di tiga provinsi utama, yaitu Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

BSI, lanjut Grandhis, juga terlibat dalam pembiayaan pembangunan dapur MBG. Perseroan telah memiliki eksposur pembiayaan kepada sekitar 211 dapur MBG dengan total pembiayaan hampir Rp 200 miliar.

Di lain sisi, bank berkode saham BRIS ini terus memperkuat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Hingga saat ini, total outstanding KUR BSI mencapai Rp 25,7 triliun. Khusus pada kuartal I 2026, penyaluran KUR tercatat Rp 2,61 triliun

“Dengan penerima manfaat lebih dari 17.000 UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) yang telah menikmati KUR dari BSI,” ucap Grandhis.

Baca Juga

Didorong Hal Ini, Laba Bersih BSI (BRIS) Tumbuh 17,10% Jadi Rp 2,20 Triliun di Kuartal I 2026

Untuk sektor perumahan, BSI juga aktif menyalurkan pembiayaan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sepanjang kuartal I 2026, penyaluran FLPP mencapai Rp 145 miliar dengan jumlah penerima manfaat hampir 900 unit rumah.

Outstanding FLPP hari ini berada di sekitar Rp 5,7 triliun dengan KPP atau Kredit Program Perumahan kurang lebih sekitar Rp 360 miliar dan diterima oleh 1.131 nasabah,” kata Grandhis.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024