Pertamina Naikkan Harga LPG 12 Kg dan 5,5 Kg
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kg dan 5,5 kg. Harga LPG 12 kg naik dari Rp 192 ribu per tabung menjadi Rp 228 ribu atau naik 18,75%. Sedangkan harga LPG 5,5 kg naik 18,89% dari Rp 90 ribu per tabung menjadi Rp 107 ribu.
Dikutip dari laman resmi Pertamina Patra Niaga yang diakses di Jakarta, Minggu (19/4/2026), harga Rp 228 ribu untuk LPG 12 kg berlaku di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
“Untuk provinsi lainnya juga mengalami penyesuaian harga berdasarkan biaya distribusi menuju wilayah masing-masing,” jelas manajemen Pertamina Patra Niaga.
Baca Juga
Pertamina Andalkan Armada Kapal untuk Jaga Distribusi LPG Nasional
Di sisi lain, harga LPG nonsubsidi jenis 5,5 kg juga mengalami peningkatan harga sebesar 18,89% dari Rp 90 ribu per tabung menjadi Rp 107 ribu untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
“Sebagaimana harga LPG 12 kg, penyesuaian harga LPG 5,5 kg juga mengalami penyesuaian harga di wilayah lainnya berdasarkan biaya distribusi. Penyesuaian harga ini mulai berlaku per 18 April 2026,” papar manajemen Pertamina Patra Niaga.
Penyesuaian harga tersebut, menurut manajemen Pertamina Patra Niaga, merupakan kali pertama sejak November 2023. Pada November 2023, Pertamina menurunkan harga LPG 12 kg menjadi Rp 192 ribu per tabung atau turun Rp 12 ribu per tabung.
Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno sebelumnya mengatakan, harga LPG turut dipengaruhi harga minyak yang meroket. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Maret 2026 mencapai US$ 102,26 per barel, naik US$ 33,47 per barel dibandingkan Februari.
Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman mengemukakan, lonjakan ICP tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang memanas sepanjang Maret 2026.
Baca Juga
Ketergantungan Impor LPG Naik Jadi 83,97% pada 2026, ESDM Siapkan Mitigasi Pasokan
Menurut Laode, kenaikan harga minyak mentah global dipicu eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, yang berdampak langsung terhadap pasokan energi dunia.
Salah satu faktor utama, kata dia, adalah terganggunya jalur distribusi energi global, termasuk penghentian pelayaran melalui Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak dunia.
“Selain itu, berbagai serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah turut memperburuk kondisi pasokan,” tutur Laode Sulaeman, seperti dikutip Antara.

