Berjalan 1 Tahun 3 Bulan, Program MBG Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Program Makan Bergizi (MBG) telah berjalan selama 1 tahun 3 bulan sejak pertama kali dijalankan pada 6 Januari 2025. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya mengatakan hingga saat ini telah terbangun lebih dari 26 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sony mengungkapkan, berdasarkan data terbaru, jumlah SPPG yang terverifikasi telah mencapai 27.066 unit di seluruh Indonesia.Keberadaan SPPG ini menjadi tulang punggung pelaksanaan program sekaligus wujud nyata pemberdayaan masyarakat. Dari operasional SPPG tersebut, tercatat sebanyak 1,18 juta relawan terlibat aktif.
"Kalau berbicara tentang pemberdayaan masyarakat, wujudnya terlihat dari 26.663 SPPG yang semuanya melibatkan masyarakat. Inilah cerdasnya pemerintah," kata Sony dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga
Pemerintah Klaim Program MBG Buat Siswa Lebih Bersemangat dan Paham Gizi
Dari sisi penerima manfaat, program MBG juga telah menjangkau sebanyak 62,35 juta jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 49,64 juta peserta didik dan 12,7 juta masyarakat non-peserta didik.
Selain itu, dampak ekonomi program ini juga meluas melalui keterlibatan pelaku usaha sebagai pemasok kebutuhan bahan pangan. Hingga kini, terdapat 116.465 supplier yang berpartisipasi, terdiri dari 11.430 koperasi, 1.180 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 48.000 pelaku UMKM, serta sekitar 54.000 supplier lainnya.
Menurut Sony, keterlibatan para supplier ini menunjukkan adanya efek berganda (multiplier effect) dari program MBG terhadap perekonomian masyarakat. "Ini adalah bagaimana program MBG memberikan multiplier effect, salah satunya melalui pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya capaian ini menjadi bukti bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas. Pemerintah berharap pelaksanaan program MBG dapat semakin optimal dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, sehingga manfaatnya terus meluas dan berkelanjutan.

