XL Axiata Belum Mau Tambah BTS 5G, Ternyata Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Operator seluler PT XL Axiata Tbk kemungkinan tidak akan menambah jumlah stasiun pemancar atau Base Transceiver Station (BTS) jaringan 5G hingga akhir tahun ini.
Direktur & Chief Technology Officer (CTO) XL Axiata I Gede Darmayusa mengatakan, pihaknya tidak bisa memastikan apakah akan ada penambahan BTS 5G pada tahun ini. Sebab, spektrum frekuensi yang dibutuhkan untuk jaringan tersebut hingga saat ini masih belum tersedia.
XL Axiata dan operator seluler lainnya di Indonesia masih menanti kepastian lelang spektrum frekuensi 700 MHz (megahertz) dan 26 GHz (gigahertz) untuk menggelar jaringan 5G lebih luas. Jika tidak ada aral melintang, lelang akan digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Juni 2024.
Selain itu, kebutuhan jaringan 5G di Tanah Air, khususnya dari pengguna ponsel pintar masih rendah. Jumlah pengguna ponsel dengan jaringan internet super cepat itu masih terbatas pada kalangan menengah ke atas.
Baca Juga
Ini Alasan XL Axiata (EXCL) Masih Pertahankan BTS 2G di Tengah Gempuran 4G dan 5G
"Kita enggak bisa memastikan kalau 5G, tergantung event. Karena kan spektrum (frekuensinya) belum ada. Jadi, kita pakai spektrum yang ada saja dahulu. Lebih baik kita fokuskan saja 4G karena handset-nya sudah ada semuanya. Kalau 5G kan belum tentu handset-nya ada juga," katanya Ketika ditemui di XL Axiata Tower, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.
Hingga akhir 2024, XL Axiata menargetkan penambahan hingga 10.000 BTS di seluruh Indonesia yang seluruhnya untuk jaringan 4G. Sepanjang kuartal I-2024 anak usaha Axiata Group Bhd itu sudah mengoperasikan 163.106 BTS atau tumbuh 9,6% secara tahunan (year on year/YoY).
Dengan demikian, XL Axiata sudah menambah 2.982 BTS sepanjang kuartal I-2024 dari sebelumnya hanya 160.124 Pada 2023. Penambahan tersebut dilakukan sejalan dengan momentum Idulfitri 1445 H yang membuat trafik data operator telekomunikasi itu naik hingga 16%.
"Target kita sekitar 10.000 [BTS]. Kalau sekarang sudah 3.000 [BTS] penambahannya, mungkin sekitar 7.000 BTS sampai akhir tahun,"
Baca Juga
XL Axiata: RT/RW Bikin Pelanggan Operator Seluler dan ISP Kabur
Melalui penambahan tersebut, jumlah BTS XL Axiata hingga akhir tahun ini bakal mencapai 170.124 unit. Jumlah tersebut meliputi BTS jaringan 2G yang jumlahnya sangat sedikit dan tersebar di wilayah rural atau perdesaan.
Sebagai catatan, XL Axiata mengoperasikan 45 MHz untuk uplink dan 45 MHz untuk downlink, total ada 90 MHz, dengan spektrum frekuensi 1,9 GHz dan 2,1 GHz digunakan untuk jaringan 5G. Adapun, jumlah pelanggan operator telekomunikasi itu mencapai 57,6 juta yang sebagian besar adalah pengguna jaringan 4G.
Sebelumnya, Menkominfo Budi Arie Setiadi mengatakan penetrasi layanan seluler 5G di Indonesia lambat lantaran permintaan pasar akan layanan tersebut masih rendah. Menurutnya, masyarakat sejauh ini sudah puas dengan kecepatan internet layanan seluler 4G.
"(Layanan seluler) 5G ini basisnya adalah demand, lihat market-nya dulu, kebutuhannya bagaimana. Masih terbatas yang butuh (layanan seluler) 5G. Karena itu bukan soal kecepatan saja, tetapi demand-nya apakah membutuhkan kecepatan itu atau tidak," katanya di sela-sela kegiatan The 10th Asia Pacific Spectrum Management Conference pada Selasa (23/4/2024) di Pullman Hotel, Jakarta Pusat.
Asal tahu saja, kecepatan internet yang ditawarkan jaringan 5G 10 kali lebih cepat daripada 4G dengan rerata nyaris 500 Mbps (megabit per detik). Sementara itu, rerata kecepatan internet yang ditawarkan oleh jaringan 4G tak lebih dari 30 Mbps.
Kecepatan maksimal internet jaringan 4G memiliki mencapai 100 Mbps, sementara 5G bisa mencapai 10 Gbps.
"Sekarang kan (masyarakat) sudah merasa kecepatan internetnya cepat. Di Jakarta dapat 100 Mbps itu sudah pada happy sekali," ujar Budi Arie.
