Ungkap Strategi Ini, Reliance Sekuritas (RELI) Incar Pertumbuhan Kinerja Tinggi di 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) membidik target kinerja keuangan agresif sepanjang tahun 2024, dibandingkan realisasi tahun lalu. Pertumbuhan akan dikejar dari seluruh segmen bisnis, seperti transaksi saham, penjaminan emisi, hingga manajer investasi (MI).
Perseroan membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 8% menjadi Rp 74,53 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 68,80 miliar. Pertumbuhan pendapatan diharapkan bersumber dari pendapatan komisi, pendapatan jasa advisory, dan pendapatan lainnya.
“Kami percaya bahwa perseroan bisa mempertahankan pertumbuhan pendapatan komisi dan jasa advisory, meskipun likuiditas masih mengetat tahun ini akibat kondisi global dengan tingkat suku bunga tinggi. Kami menilai bahwa pelaku usaha tetap semakin terbuka pada opsi pendanaan dari pasar modal,” ujar Direktur Reliance Sekuritas (RELI) Reza Priyambada melalui Zoom Meeting usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Reliance Sekuritas (RELI) Tetapkan Rasio Dividen 99,99% hingga Angkat Direksi Baru
Dia mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan akan dicapai dengan menggenjot rata-rata transaksi harian saham melalui Reliance Sekuritas, baik online maupun offline, menjadi Rp 60-70 miliar per hari. Peningkatan transaksi akan diwujudkan dengan meningkatkan kepercayaan nasabah untuk bertransaksi melalui aplikasi transaksi saham perseroan.
Target pertumbuhan rata-rata transaksi harian tahun ini optimistis tercapai setelah melihat data realisasi transaksi dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data, transaksi saham melalui Reliance menunjukkan peningkatan dalam dua bulan terakhir dari Rp 620 miliar sepanjang April 2024 menjadi Rp 817 miliar sepanjang Mei. “Kalau angka tersebut bisa kami pertahankan sampai Desember, target pertumbuhan transaksi kami akan tercapai,” terangnya.
Guna mendorong transaksi saham nasabah melalui Reliance Sekuritas, dia mengatakan, tim perseroan akan agresif memberikan riset-riset terkait saham-saham yang berpotensi, melakukan pendekatan personal kepada nasabah untuk mengatasi sejumlah kendala selama bertransaksi, hingga memberikan insentif.
Peningkatan transaksi harian juga akan digenjot dengan penambahan jumlah nasabah sekitar 10-12% tahun ini dari 14 ribuan nasabah menjadi 15.500 nasabah. “Tidak hanya fokus penambahan nasabah, tapi kami juga berupaya meningkatkan transaksi harian nasabah. Kami tidak ingin hanya jumlah akun nasabah yang bertambah,” terangnya.
Baca Juga
BEI Ungkap Pemicu Penurunan Laba di 2023 hingga Pengangkatan Dewan Komisaris Baru
Peningkatan nilai transaksi nasabah juga akan dilakukan dengan penguatan RELI Prioritas dengan target 500 nasabah sampai akhir tahun, dibandingkan posisi akhir Mei 224 nasabah dengan nilai portofolio Rp 1,48 triliun. Menurut dia, perseroan akan terus menawarkan sejumlah opsi menguntungkan bagi para nasabah agar rata-rata transaksi terus meningkat dan melakuka review berkala bagi nasabah RELI Prioritas.
Selain itu, Reza mengatakan, perseroan menawarkan opsi transaksi obligasi bagi nasabah, karena tingkat return aset ini stabil. Perseroan juga akan ikut memberikan masukan terkati pengelolaan portofolio nasabah dengan harapa bisa meningkat nilai transaksi harian nasabah.
Terkait bisnis penjaminan emisi maupun investment banking, Reza mengatakan, menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun pasar keuangan tengah dilanda pengetatan likuiditas. “Kami percaya bisnis penjaminan efek akan tetap berkontribusi positif terhadap kinerja keuangan tahun ini,” ungkapnya.
Saat ini, terang dia, perseroan tengah menangani IPO saham satu perusahaan dengan target dana berkisar Rp 45 miliar. IPO saham tersebut ditargetkan terealisasi pada semester II-2024.
Reksa Dana
Reliance Sekuritas melalui anak usahanya, PT Reliance Manajer Investasi (RMI) menargetkan pertumbuhan dana kelolaan (asset under management/AUM) yang agresif sepanjang tahun 2024. Pertumbuhan agresif diharapkan berimbas positif terhadap kinerja tahun ini.
Baca Juga
Transaksi Mengarah Digital, Reliance (RELI) Cetak Lompatan Laba 47%
RMI membidik pertumbuhan AUM reksa dana konvensional menjadi Rp 180-200 miliar tahun ini, dibandingkan tahun lalu senilai Rp 21,12 miliar. Sedangkan AUM reksa dana non konvensional ditargetkan meningkat menjadi sekitar Rp 250-300 miliar, dibandingkan posisi akhir 2023 sebesar Rp 186,97 miliar.
Berdasarkan data perseroan, RMI kini mengelola tiga reksa dana, yaitu Reliance Dana Saham dengan AUM Rp 9,39 miliar, Reliance Dana Terencana Rp 9,74 miliar, dan Reliance Pasar Uang Rp 1,97 miliar. Sedangkan reksa dana non konvensional, DIRE, RDPT, dan KPD, mencapai Rp 186,97 miliar.
Grafik Saham RELI
