TPN Ganjar–Mahfud Klaim Punya Cara Wujudkan RI Negara Ekonomi Terbesar ke-4 Dunia
JAKARTA, Investortrust.id – Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengaku punya cara untuk mewujudkan target Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2045.
Deputi Operasi 247 TPN Ganjar-Mahfud, Denon Prawiraatmadja mengungkapkan, tim Ganjar-Mahfud sejatinya menyusun bagaimana 21 program unggulan agar bisa mencapai 7% pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya target menjadi negara ekonomi keempat di dunia bisa terwujud karena Indonesia memiliki populasi yang besar dan sumber daya alam berlimpah.
“Selain kita ingin memberikan kesempatan melalui 17 juta lapangan pekerjaan, program Pak Ganjar dan Prof Mahfud tentang satu keluarga satu sarjana ini adalah akselerator dari pertumbuhan ekonomi 7% tadi,” ujar Denon dalam Konferensi Pers Dialog Capres Bersama Kadin: Menuju Indonesia Emas 2045, Rabu (10/1/2024).
Baca Juga
TKN Prabowo-Gibran Akui Butuh Dana dari Investor untuk Bangun Negeri
Diterangkan oleh Denon, pihak Ganjar-Mahfud sudah banyak mengkaji semua sektor-sektor unggulan dari sisi industri, termasuk peningkatan UMKM, guna mendongkrak perekonomian. Ia menegaskan UMKM Indonesia harus melek digital untuk menghadapi persaingan di masa depan.
“UMKM ini harus bisa memanfaatkan semua platform-platform digital, sehingga produk-produk lokal kita bisa menjadi produk unggulan, bukan hanya secara domestik, tetapi secara internasional,” ujarnya.
Guna mendukung hal tersebut, Denon menyebut Ganjar-Mahfud sudah menyiapkan program internet gratis. Dengan demikian, diharapkan UMKM Indonesia yang tersebar di 38 provinsi bukan menjadikan masyarakat konsumtif, tetapi justru membuat masyarakat produktif berwirausaha.
Baca Juga
Di HUT PDIP, Megawati Singgung Pemimpin Pecah Belah Rakyat karena Mabuk Kekuasaan
Lebih lanjut Denon memaparkan, saat ini yang menjadi tantangan UMKM Indonesia adalah membuat kualitas produk lokal bisa sejajar dengan kualitas produk internasional. Menurutnya, untuk itu dibutuhkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).
“Produk lokal ini akan dipasarkan ke dunia internasional sehingga kesetaraan kualitas dari value added produk ini bisa mempunyai mediasi untuk bisa menjadi market yang kelasnya secara internasional,” tandas Denon.
