TKN Ungkap Strategi Prabowo-Gibran agar Ekonomi Tumbuh 6% pada 2025
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo membeberkan strategi yang dilakukan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka agar pertumbuhan ekonomi mencapai angka 6% pada 2025. Salah satunya, dengan menstimulasi ekonomi rakyat menggunakan dana yang selama ini tidak terkumpul.
"Pemerintah mengumpulkan dana yang selama ini enggak terkumpul kemudian digrojokkan kepada ekonomi rakyat," kata Drajad saat berbincang di kantor Investortrust.id, The Convergence, Jakarta, Kamis (18/1/2024)..
Baca Juga
Jelang Debat Cawapres, TKN: Semua Sudah Tahu Kemampuan Gibran
Drajad menjelaskan, pengeluaran negara terdiri dari dua hal, yakni investasi dan konsumsi. Terkait belanja investasi, Drajad mengatakan pihaknya akan mengalokasikan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui kesehatan, pendidikan, teknologi, dan riset.
Untuk itu, kata Drajad, salah satu program unggulan Prabowo-Gibran adalah makan siang dan susu gratis. Ditekankan, program tersebut meningkatkan SDM dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini karena pemerintah menjadi penjamin hasil pangan masyarakat.
"Itu uangnya digrojokan ke ekonomi rakyat. Digrojokan ke petani, peternak sapi dan ayam. Harga otomatis terjamin bagi mereka kerena pemerintah jadi off taker. Ibu-ibu jadi punya bisnis. Ibu-ibu akan punya banyak bisnis, jasa pengantaran juga," katanya.
Baca Juga
Di KPK, Cak Imin Sebut Banyak Kades Dikriminalisasi dengan Kasus Korupsi
Selain itu, kata Drajad, pemerintah juga akan mengalokasikan anggaran untuk mencapai swasembada pangan, seperti food estate dan penanaman singkong. Dalam kesempatan ini, Drajad mengatakan, swasta memiliki peran penting dalam mendongkrak ekonomi. Untuk itu, Prabowo-Gibran akan memangkas birokrasi perizinan. Ditekankan, perizinan yang berbelit menjadi hambatan dalam membangun Indonesia.
Prabowo-Gibran juga berkomitmen akan melanjutkan hilirisasi 21 komoditas utama
"Intinya, dengan strategi seperti itu, kita lakukan simulasi dan ternyata dari simulasi yang dilakukan iytahun 2024-2025 itu sudah bisa naik sampai 6%. Selanjutnya, tergantung dari multiplier yang akan terjadi," katanya.
