Pemerintah Siapkan Strategi Khusus Mendongkrak Kelas Menengah Agar Tak Turun Kelas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendongkrak kembali kelompok kelas menengah yang mengalami tekanan ekonomi. Langkah ini diambil guna mencegah masyarakat kelas menengah terperosok ke kelompok rentan miskin, sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk kembali meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan, penanganan kelas menengah memerlukan pendekatan yang berbeda dari sekadar penyaluran bantuan sosial (bansos). Kelompok ini membutuhkan akses ke pekerjaan produktif, pembiayaan, peningkatan keterampilan, serta perluasan pasar.
"Ini yang menjadi agenda pokok kita, bagaimana kelas menengah yang turun ini bisa kita dongkrak kembali. Jangan sampai yang sudah naik kemudian turun lagi. Kita harus menjaga agar mereka tetap bertahan dan terus naik," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin saat memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) Klaster Kolaborasi di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri oleh COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Cak Imin mendorong agar sektor UMKM dan ekonomi kreatif diberi insentif yang tepat guna menjadi engine of growth bagi kelas menengah. Selain itu, BUMN diminta ikut memperkuat ekosistem usaha melalui penguatan rantai pasok dan pembukaan akses pasar.
Baca Juga
Menko Muhaimin Minta Strategi Pengentasan Kemiskinan Bergeser ke Program Pemberdayaan
"Yang kita bangun adalah satu tangga. Yang miskin kita bantu naik, yang rentan kita dorong agar tidak jatuh, dan kelas menengah kita dongkrak supaya tidak turun dan bisa naik lagi," ungkap Cak Imin.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menambahkan, pemerintah saat ini menjalankan program LASMI untuk mendampingi penerima bansos agar bisa bertransformasi menjadi pelaku usaha mandiri. Program pendampingan yang mencakup perubahan pola pikir, sertifikasi, hingga pemasaran ini diuji coba kepada 1.700 orang dan berpotensi diperluas hingga 100 ribu penerima manfaat.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif menyampaikan bahwa program seperti Desa Kreatif dan Kreatif Hub diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi terukur, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan omzet pelaku usaha.
