Terungkap! Pemimpin ASEAN Khawatir 5 Potensi Risiko Ini
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan asuransi, Zurich Insurance Group bersama World Economic Forum (WEF) menggelar Survei Opini Eksekutif 2023 (Executive Opinion Survey, EOS).
Survei ini mengungkap 5 risiko utama yang dikhawatirkan para pemimpin negara, termasuk negara-negara Asia Tenggara dan Indonesia.
EOS 2023 ini digelar antara bulan April dan Agustus 2023 dengan mengumpulkan tanggapan lebih dari 11.000 pemimpin bisnis di 110 negara mengenai risiko-risiko utama yang mungkin menjadi ancaman bagi negara mereka yang akan dihadapi dalam 2 tahun ke depan.
Baca Juga
Zurich Ungkap Pemicu Kenaikan Klaim Kesehatan, Kendaraan dan Properti
Risiko pelemahan ekonomi, termasuk resesi dan stagnasi menjadi risiko yang paling dikhawatirkan baik di Indonesia maupun dunia.
Chief Risk Officer PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Wayan Pariama mengungkapkan pelaku bisnis harus bisa mengenali potensi risiko serta adaptif terhadap perubahan yang dinamis di masyarakat sebagai elemen penopang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
"Hal ini memerlukan perencanaan masa depan dan perlindungan yang baik untuk menyikapi ketidakpastian ekonomi dan berbagai risiko. Dalam hal ini, peranan industri asuransi dapat memberikan dampak positif yang signifikan agar masyarakat terlindungi dari ketidakpastian tersebut," ucapnya di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (4/12/2023).
Baca Juga
Garuda (GIAA) Ungkap Aksi Korporasi, Nilai Transaksinya US$ 50 Juta
Selain risiko kemerosotan ekonomi, pengusaha dan eksekutif Indonesia juga menaruh perhatian besar terhadap risio dari isu lingkungan terkait cuaca ekstrem. Namun isu tersebut tidak masuk ke dalam 5 besar pada tingkat global.
Isu penyakit menular menjadi risiko tertinggi ketiga yang dapat menjadi ancaman di Indonesia dan Asia Tenggara. Di Indonesia, kewaspadaan terhadap penyakit menular terus menjadi fokus masyarakat setelah Covid-19.
Selanjutnya, kekurangan pasokan energi serta pengangguran menempati urutan keempat dan kelima sebagai risiko paling dikhawatirkan oleh pemimpin bisnis di Indonesia.
"Melihat hal ini, Zurich siap untuk meningkatkan peran kolaboratif dengan banyak pemangku kepentingan, pelaku bisnis, dan pihak terkait lainnya untuk mengelola risiko dan mengurangi dampak bagi masyarakat. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menciptakan masa depan yang lebih baik,” tutur Wayan. (CR-14)
