Terungkap 2 Kunci Sukses Kolaborasi Asuransi dan Reasuransi
JAKARTA, Investortrust.id - Saat ini kolaborasi menjadi hal yang penting dilakukan bagi setiap perusahaan, tak terkecuali di industri perasuransian.
Kolaborasi diyakini merupakan strategi agar asuransi mampu bertahan di tengah persaingan ketat. Tak hanya itu, kolaborasi juga mampu mengakselerasi bisnis.
Direktur Teknik dan Operasi PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re), Delil Khairat mengungkapkan, untuk menciptakan ekosistem perasuransian yang berjalan dengan baik, dibutuhkan kerja sama atau kolaborasi antara pihak asuransi dan reasuransi.
Baca Juga
Apindo Sebut Sejumlah Daerah Belum Patuhi Formula Penetapan UMP
“Industri asuransi dan reasuransi ini sangat menarik, karena di satu sisi kita berkompetisi satu sama lain, tapi kita juga bekerja sama di sisi yang lain,” ujarnya, dalam virtual seminar, belum lama ini di Jakarta.
Untuk mencapai kolaborasi yang sukses, lanjut Delil, harus ada dua faktor yang terpenuhi, yakni coexist atau hidup bersama, serta cooperate atau bekerjasama.
“Kolaborasi itu adalah kerja sama yang paling tinggi yang membutuhkan maximum level of trust and the maximum overlap of common purpose, baru bisa berkolaborasi,” katanya.
Baca Juga
OJK Imbau Pelaku Asuransi Waspadai Potensi Perlambatan Ekonomi Global 2024
Dia mencontohkan, jika indikator common purpose dan trust level masih rendah, artinya baru berada di level coexist atau saling bekerja sama tetapi tidak hidup bersama. Sementara, untuk risiko-risiko besar dari asuransi yang tidak diproteksi 100% oleh satu reasuransi, itu baru berada di level cooperation.
“Untuk bisa berkolaborasi, menurut saya kita harus menemukan common purpose dan trust level yang tinggi. Common purpose itu berarti kita harus menemukan common problems dulu, baru bisa berkolaborasi secara proaktif,” terang Delil.
