Terkait Saham BREN dan CUAN, Simak Sejumlah Fakta Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk CUAN) menjadi saham emiten pendatang baru paling fenomenal sepanjang tahun ini.
Kedua saham emiten Prajogo Pangestu ini juga menjadi penopang indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ke level tertinggi baru tahun 2023.
Berikut sejumlah fakta baru terkait saham BREN dan CUAN:
Market Cap Terbesar
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya BREN yang mampu menyalip PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dari sisi kapitalisasi pasar (market cap). Padahal, BBCA telah memuncaki posisi top market cap di BEI sejak tahun 2014 atau nyaris 10 tahun.
Baca Juga
10 Saham Tercuan Pekan Ini, Ada GZCO dan Dua Saham Emiten Prajogo
Hingga penutupan perdagangan saham kemarin, kapitalisasi pasar BREN mencapai Rp 1.077 triliun atau setara dengan 9,39% dari total market cap BEI. Sedangkan BBCA membukan market cap Rp 1.068 triliun atau berkontribusi 9,31% terhadap kapitalisasi pasar BEI.
Lompatan market cap tersebut didukung atas penguatan harga saham BREN sebanyak 932,1% terhitung sejak listing perdana 10 Oktober hingga 8 Desember 2023. Saham ini telah melambung dari Rp 780 menjadi Rp 8.050.
Kenaikan Tertinggi
Sementara itu, saham CUAN merupakan saham dengan kenaikan harga tertinggi sepanjang tahun ini. Berdasarkan data saham CUAN telah melesat sebanyak 4.809,1% atau lebih dari 49 kali lipat terhitung sejak listing perdana pada 8 Maret 2023 hingga penutupan perdagangan saham 8 Desember 2023.
Baca Juga
Tanpa IPO Saham Emiten Prajogo, IHSG 2023 Dipastikan Terkoreksi, Begini Hitungannya
Berkat lompatan harga tersebut kapitalisasi pasar saham CUAN telah merangsek naik menjadi Rp 121 triliun. Hal ini menjadikan perseroan sebagai emiten batu bara dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di BEI setelah PT Bayan Resoruces Tbk (BYAN) senilai Rp 633 triliun.
Penyumbang Kenaikan IHSG
Dua saham pendatang baru yang dikendalikan Prajogo Pangestu menjadi penopang penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 4,51% menjadi 7.012 sepanjang 2023 berjalan. Tanpa kehadiran dua saham tersebut, IHSG dipastikan melemah.
Saham BREN dengan kontribusi sebanyak 281,64 poin. Hal ini didukung lompatan harga saham ini sebanyak 932,1% terhitung sejak listing perdana pada 9 Oktober 2023 dengan harga Rp 780 per saham menjadi Rp 8.050.
Baca Juga
Transformasi BRI Berbuah 6 Penghargaan dan Dirut Sunarso Raih “CEO of The Year 2023”
Sedangkan saham CUAN berkontribusi sebanyak 44,57 poin terhadap penguatan IHSG. Hal ini setelah terjadi lonjakan harga sebanyak 4.809,1% dari Rp 220 menjadi Rp 10.800.
Dengan demikian saham BREN dan CUAN berkontribusi sebanyak 326,21 poin terhadap penguatan IHSG tahun ini, dibandingkan dengan penguatan IHSG sebanyak 308,98 poin sepanjang tahun ini. Artinya total kontribusi BREN dan CUAN lebih tinggi, dibandingkan kenaikan IHSG tahun 2023 berjalan.
Terkaya di Indonesia
Penguatan harga saham BREN dan CUAN yang juga diikuti dengan kenaikan harga saham emiten Prajogo Pangestu lainnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), yang menjadikan nilai kekayaan Prajogo Pangestu melesat menjadi US$ 58,2 miliar.
Berdasarkan data real time Forbes, Prajogo menggenggam nilai kekayaan senilai US$ 58,2 miliar sampai kemarin. Dengan nilai tersebut, Prajogo didapuk menjadi manusia terkaya di Indonesia. Bahkan, Prajogo tercatat sebagai orang terkaya peringkat 23 di dunia.
