Terintegrasi dengan TikTok, Ini Target Penambahan Pengguna Tokopedia
Reporter | Rezha Hadyan
Editor | Lona Olavia
JAKARTA, investortrust.id - Platform lokapasar (marketplace) Tokopedia mengklaim integrasi dengan TikTok Shop lewat Shop | Tokopedia berpeluang mendongkrak jumlah pengguna lebih dari dua kali lipat.
Corporate Affairs Director Tokopedia Nuraini Razak mengatakan integrasi dengan TikTok Shop lewat Shop | Tokopedia berpeluang menambah pengguna aktif bulanan Tokopedia. Saat ini, platform lokapasar itu memiliki jumlah pengguna aktif bulanan mencapai 100 juta pengguna.
“Tokopedia mempunyai lebih dari 100 juta pengguna dan pengguna TikTok Shop lebih dari 125 juta, mudah-mudahan yang selama ini tidak punya akses ke Tokopedia maupun yang pakai Tokopedia yang belum pernah belanja di Shop | Tokopedia, malah jadi bisa belanja di dua tempat," katanya ketika ditemui usai Media Gathering Halal Bihalal Bersama Tokopedia dan Shop Tokopedia di Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2024).
Seperti diketahui, Tokopedia telah merampungkan integrasinya dengan TikTok Shop lewat Shop | Tokopedia pada 27 Maret 2024. Dengan adanya integrasi tersebut, transaksi TikTok Shop kini dilakukan pada sistem elektronik Tokopedia.
Integrasi tersebut dilakukan agar TikTok Shop bisa beroperasi di Indonesia sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31/2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).
Lebih lanjut, Nuraini mengatakan integrasi Tokopedia dan TikTok lewat Shop | Tokopedia sudah berhasil mendongkrak penjualan. Namun, dia belum bisa memberikan detail mengenai kenaikan tersebut, termasuk target hingga akhir tahun ini.
"Kelihatannya sih kalau dari tadi naik semua ya [integrasi Tokopedia dan TikTok, red]. Iya trennya sih tadi naik semua. Contoh di Ramadan dan Lebaran semuanya naik sih,” ujarnya.
Kemudian dari sisi penjual, Nuraini mengaku tidak menetapkan target penambahan jumlah penjual dari integrasi dua platform dagang itu. Sebab, pihaknya fokus memberikan ruang bagi produk lokal, khususnya produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bisa hadir di Tokopedia maupun Shop | Tokopedia.
"Kita tidak pernah punya target [jumlah] penjual, sebagai gambaran saja, pada 2019 [jumlah] penjual kita masih 6 juta. Dulu untuk naik 1 juta saja butuh waktu 2 tahun, dari 2019 hingga hari ini yang sudah mencapai 21 juta. Artinya para penjual lebih sadar mudahnya membuka usaha tanpa harus banyak memikirkan sewa ruko dan lainnya,” ungkapnya.
Untuk produk lokal yang dijual di Shop | Tokopedia, Nuraini menyebut ada kenaikan penjualan yang signifikan dibandingkan saat platform itu masih belum terintegrasi Tokopedia. Transaksi dari jenama lokal yang mengikuti kampanye Beli Lokal kenaikannya mencapai sembilan kali lipat dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun lalu.
"Volume pesanan pada Februari 2024 di Shop | Tokopedia juga tercatat meningkat hingga 2,5 kali lipat dibanding dari periode September 2023," ujarnya.
Bentuk Kepatuhan Regulasi
Terpisah, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Usman Kansong integrasi Tokopedia dan TikTok Shop adalah bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang dikeluarkan pemerintah.
"Penggabungan TikTok Shop ke Tokopedia itu adalah untuk melindungi UMKM kita atau produk dalam negeri. Tujuannya memang itu. Jadi, UMKM kita mestinya terlindungi," katanya melalui keterangan resmi, dikutip Jumat (26/4/2024).
Corporate Affairs Director Tokopedia Nuraini Razak mengatakan integrasi dengan TikTok Shop lewat Shop | Tokopedia berpeluang menambah pengguna aktif bulanan Tokopedia. Saat ini, platform lokapasar itu memiliki jumlah pengguna aktif bulanan mencapai 100 juta pengguna.
“Tokopedia mempunyai lebih dari 100 juta pengguna dan pengguna TikTok Shop lebih dari 125 juta, mudah-mudahan yang selama ini tidak punya akses ke Tokopedia maupun yang pakai Tokopedia yang belum pernah belanja di Shop | Tokopedia, malah jadi bisa belanja di dua tempat," katanya ketika ditemui usai Media Gathering Halal Bihalal Bersama Tokopedia dan Shop Tokopedia di Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2024).
Seperti diketahui, Tokopedia telah merampungkan integrasinya dengan TikTok Shop lewat Shop | Tokopedia pada 27 Maret 2024. Dengan adanya integrasi tersebut, transaksi TikTok Shop kini dilakukan pada sistem elektronik Tokopedia.
Integrasi tersebut dilakukan agar TikTok Shop bisa beroperasi di Indonesia sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31/2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).
Baca Juga
Tokopedia Ungkap Alasan Kenaikan Biaya Layanan Merchant per 1 Mei 2024
Lebih lanjut, Nuraini mengatakan integrasi Tokopedia dan TikTok lewat Shop | Tokopedia sudah berhasil mendongkrak penjualan. Namun, dia belum bisa memberikan detail mengenai kenaikan tersebut, termasuk target hingga akhir tahun ini.
"Kelihatannya sih kalau dari tadi naik semua ya [integrasi Tokopedia dan TikTok, red]. Iya trennya sih tadi naik semua. Contoh di Ramadan dan Lebaran semuanya naik sih,” ujarnya.
Kemudian dari sisi penjual, Nuraini mengaku tidak menetapkan target penambahan jumlah penjual dari integrasi dua platform dagang itu. Sebab, pihaknya fokus memberikan ruang bagi produk lokal, khususnya produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bisa hadir di Tokopedia maupun Shop | Tokopedia.
"Kita tidak pernah punya target [jumlah] penjual, sebagai gambaran saja, pada 2019 [jumlah] penjual kita masih 6 juta. Dulu untuk naik 1 juta saja butuh waktu 2 tahun, dari 2019 hingga hari ini yang sudah mencapai 21 juta. Artinya para penjual lebih sadar mudahnya membuka usaha tanpa harus banyak memikirkan sewa ruko dan lainnya,” ungkapnya.
Untuk produk lokal yang dijual di Shop | Tokopedia, Nuraini menyebut ada kenaikan penjualan yang signifikan dibandingkan saat platform itu masih belum terintegrasi Tokopedia. Transaksi dari jenama lokal yang mengikuti kampanye Beli Lokal kenaikannya mencapai sembilan kali lipat dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun lalu.
"Volume pesanan pada Februari 2024 di Shop | Tokopedia juga tercatat meningkat hingga 2,5 kali lipat dibanding dari periode September 2023," ujarnya.
Bentuk Kepatuhan Regulasi
Terpisah, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Usman Kansong integrasi Tokopedia dan TikTok Shop adalah bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang dikeluarkan pemerintah.
"Penggabungan TikTok Shop ke Tokopedia itu adalah untuk melindungi UMKM kita atau produk dalam negeri. Tujuannya memang itu. Jadi, UMKM kita mestinya terlindungi," katanya melalui keterangan resmi, dikutip Jumat (26/4/2024).
Baca Juga
Jelang Lebaran, Transaksi di Tokopedia dan TikTok Melonjak 12,5 Kali Lipat
Menurut Usman, kolaborasi antarplatform digital seperti yang dilakukan TikTok Shop dan Tokopedia akan berdampak positif terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, Kemenkominfo mendorong agar pemain di industri digital semakin berkembang dan menyesuaikan dengan regulasi yang telah dibuat, salah satunya melalui kolaborasi.
"Pada intinya, pemerintah mau melindungi industri dalam negeri supaya bersaing secara sehat dan tidak ugal-ugalan dengan industri digital asing," tegasnya.
