Target Investasi hanya Naik 6,06% Tahun 2025, Ini Alasan Pemerintah
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah mematok target investasi sebesar Rp 1.750 triliun pada tahun 2025. Target ini naik tipis 6,06% dari target investasi 2024 yang sebesar Rp 1.650 triliun.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan, melambatnya target investasi 2025 sejalan dengan perlambatan ekonomi global.
"Sebenarnya global itu kan juga mengalami perlambatan, kita saja yang sangat bagus, terutama 2024-2025 ini akan sangat bagus, jadi kita sudah hitung proyeksi globalnya saja," ujar Susi, sapaan akrab Susiwijono, di Jakarta, Kamis (29/02/2024).
Baca Juga
Ini Alasan Kemenko Perekonomian Bikin Pilot Project Makan Siang Gratis
Susi menjelaskan, potensi melemahnya ekonomi global 2024 itu terjadi karena enam faktor downside risk, di antaranya tensi geopolitik yang masih panas, hingga pelemahan ekonomi China dan negara mitra dagang utama lain.
Tak hanya itu, faktor volatilitas harga komoditas, diikuti masih ketatnya kebijakan moneter negara maju, fragmentasi geo-ekonomi, hingga permasalahan perubahan iklim seiring dengan adanya tantangan dari sisi digitalisasi dan bonus demografi juga masih menjadi tantangan pada tahun mendatang.
"Ini menyebabkan indeks economic policy uncertainty masih tinggi, dan volatility index kecenderungannya mengalami penurunan dipengaruhi berbagai ketidakpastian ini," ucap dia.
Baca Juga
OIKN Sudah Genggam 360 LoI, Investasi Swasta Menuju Rp 50 Triliun
Oleh karena itulah, Susi mengatakan, target investasi 2025 akan difokuskan pada sektor manufaktur. Utamanya, pada sektor yang menopang industrialisasi dan hilirisasi.
"Pasti akan besar di sana, karena sharenya ke PDB paling tinggi adalah industri manufaktur, sehingga kita secara pragmatis kalau ingin mendorong ekonomi kita secara signifikan," ujar dia.
Laju pertumbuhan target investasi Indonesia sejak 2022 menembus dua digit. Pada 2022 ke 2023, laju pertumbuhan kredit menyentuh angka 16%. Target investasi 2022 sebesar Rp 1.200 triliun dan pada 2023 naik sebesar Rp 1.400 triliun.
Sementara itu, dari 2023 ke 2024 target investasi naik 17,97% dari Rp 1.400 triliun ke Rp 1.650 triliun.
