Target Harga Saham BSDE Dipangkas Usai Jual Lahan Jumbo ke Astra Land
JAKARTA, investortrust.id – Target price saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dipangkas ke level Rp 1.100 per saham untuk periode 3 bulan hingga 12 bulan.
Tim Riset BNI Sekuritas juga menurunkan rating saham pengembang kota mandiri BSD City tersebut dari buy menjadi hold untuk periode 12 bulan, sedangkan periode 3 bulan tidak berubah dengan rating hold. Sebelumnya BNI Sekuritas mematok target price BSDE di level Rp 1.200 per saham.
"Target baru ini didasarkan pada price to book value (P/B) 2024 sebesar 0,6 kali, merupakan - 0,9 standar deviasi (SD) di bawah rata-rata lima tahunnya,” tulis Tim Riset BNI Sekuritas dalam laporan yang dikutip, Jumat (23/02/2024).
Baca Juga
Marketing Sales Lampaui Target, Segini Potensi Cuan Saham BSD (BSDE)
BNI Sekuritas juga melihat pertumbuhan laba yang datar, return on equity (ROE) BSDE dinilai akan tetap rendah sekitar 7% untuk tahun 2023 hingga 2025, sementara perusahaan masih belum memiliki rencana untuk memulai pembayaran dividen.
Pada tahun 2023, BSDE diuntungkan dengan transaksi jumbo penjualan lahan kepada PT Ruby Karya Sejahtera (RKS), nama terakhir merupakan perusahaan patungan BSDE dengan PT Astra Land Indonesia (ALI).
Tim Riset BNI Sekuritas memperkirakan nilai transaksi tersebut mencapai Rp 1,85 triliun untuk lahan seluas 70 ha, dengan nilai Rp2,6 juta per meter2. Transaksi ini membantu BSDE seiring rendahnya pra penjualan regular di kuartal IV-2023, dengan begitu BSDE berhasil mengantongi total prapenjualan sebesar Rp 9,50 triliun.
Meski begitu, BNI Sekruitas meramal penjualan lahan besar ini tidak berulang, sehingga Perseroan akan kembali bersandar pada angka pra penjualan regular.
Baca Juga
BSD (BSDE) Bidik Marketing Sales Rp 9,5 Triliun di 2024, Sama dengan Tahun Lalu
“Kami memproyeksikan pra penjualan untuk 2024 dan 2025 akan lebih rendah menjadi sebesar Rp 9,1 triliun untuk kedua tahun tersebut. Hal ini disebabkan oleh fokus utama BSDE pada segmen pasar menengah ke atas, yang sebagian besar mencakup upgrader dan repeat customers,” ulas BNI Sekuritas.
Lebih lanjut disebutkan, untuk segmen pelanggan, mungkin akan lebih berhati-hati dalam pembelian properti selama tahun pemilu. Kondisi ini sudah tampak pada periode September 2023, di mana hanya 17% dari pra penjualan properti BSDE terdiri dari unit dengan harga di bawah Rp 3 miliar per unit.
Selain itu, tidak ada penjualan properti yang tercatat untuk unit dengan harga di bawah Rp1 miliar. Dengan perkiraan pra penjualan baru ini, perkiraan pendapatan Tim Riset BNI Sekuritas untuk BSDE direvisi sebesar 3% pada 2024 dan 4% pada 2025.
Sementara untuk untuk merangsang pra penjualan, BNI Sekuritas mendorong BSDE terus memperkenalkan properti baru. Pada 2023, pengembang ini meluncurkan total 14 proyek baru, dan hanya tiga proyek yang berlokasi di luar BSD City, khususnya di Kota Wisata dan Grand Wisata. Hal ini menandai penurunan dari 19 proyek yang diluncurkan pada 2022.
“BSDE secara strategis melaksanakan peluncuran proyek baru dalam beberapa tahap, hanya merilis unit dalam jumlah terbatas pada setiap tahap. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan tingkat penyerapan tinggi terhadap properti tersebut,” ulas Tim Riset BNI Sekuritas.
Ke depan, strategi BSDE akan terus memperkenalkan proyek perumahan baru di BSD City. Pengembangan utama meliputi Nava Park (menampilkan Layton Phase 3, apartemen mid-rise, dan vila air), Enchante, Hiera, Eonna, dan Terravia dengan proyek yang baru selesai seperti Tanakayu dan The Zora.
