Tak Hanya GOTO, Saham Bank Digital Ini Ternyata Ikut Anjlok
JAKARTA, Investortrust.id – Ternyata tak hanya saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sentuh level terendah baru sepanjang masa, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) ikut anjlok ke level terendah baru terhitung sejak 2 Juli 2020 atau tiga tahun lebih.
Sebagaimana diketahui PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melalui anak usahanya PT Dompet Karya Anak Bangsa tercatat seabgai pemegang 21,40% saham ARTO. Sedangkan sisanya dikuasai PT Metamorfosis, Wealth Track Technology, dan GIC Private Ltd.
Baca Juga
Penurunan Makin Dalam, Saham Bank Jago (ARTO) Jatuh ke Level Terendah Baru
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ARTO turun ke level terendah baru di bawah level Rp 1.900. Hingga pukul 15.00 WIB, saham GOTO ditutup turun Rp 40 (2%) menjadi Rp 1.890. Level pergerakan tersebut merupakan yang terendah dalam tiga tahun lebih terakhir.
Sedangkan saham GOTO anjlok hingga sempat menyentuh level terendah sepanjang masa Rp 79. Hingga pukul 14.20 WIB, saham GOTO turun Rp 2 (2,44%) menjadi Rp 80. Rekor terendah intraday saham GOTO Rp 81 yang terjadi pada 26 Dsember 2022. Sedangkan rekor penutupan terendah berada di level Rp 82.
Baca Juga
Penurunan harga tersebut bertolak belakang dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efrek Indonesia (BEI) yang mencatatkan penguatan menjelang penutupan perdagangan saham hari ini.
Meski harga sahamnya dilanda penurunan, Bank Jago masih menunjukkan performa baik hingga semester I-2023, yaitu laba bersih Rp40,51 miliar, naik 40,12% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebanyak 29,85% menjadi Rp832,46 miliar. Pendapatan berbasis komisi atau fee based income juga naik 169,7% menjadi Rp16,56 miliar. Pendapatan lainnya tumbuh 521,73% menjadi Rp75,79 miliar.
