Meski IHSG Anjlok 1,74%, Net Sell Saham Ternyata Hanya Rp 276,84 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 276,84 miliar, meskipun indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/6/2025), ditutup anjlok signifikan sebanyak 120 poin (1,74%) menjadi 6.787.
Net sell melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp 254,38 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 85,82 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 42,16 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 38,89 miliar, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp 35,14 miliar.
Baca Juga
Delta Giri Wacana (DGWG) Bagikan Dividen Rp 52,94 Miliar dan Jalankan Bidang Usaha Baru
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) terbesar melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 149,55 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 75,90 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 39,27 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 34,05 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 33,10 miliar.
Pelemahan ini dipicu atas penurunan signifikan seluruh sektor saham, seperti saham sektor energi 2,10%, sektor consumer non primer 2,16%, sektor property 2,97%, sektor teknologi 2,54%, dan sektor consumer primer 3,36%. Sektor sisanya turun lebih dari 1%.
Meski IHSG terjun parah, lima saham ini PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) naik 27,36% menjadi Rp 135, PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) naik sebanyak 25% menjadi Rp 950, dan PT Master Print Tbk (PTMR) kembali melesat sebanyak 25% menjadi Rp 300.
Kenaikan pesat juga melanda saham PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) naik 23,81% menjadi Rp 234 dan PT Apexindo Duta Pratama Tbk (APEX) naik 20,59% naik menjadi Rp 164.
Baca Juga
Obligasi & Rights Issue di BEI Himpun Dana Rp 74,76 Triliun Hingga 20 Juni 2025
Sebaliknya penurunan parah melanda saham MBSS melemah 15% menjadi Rp 1.445, OBAT turun 14,36% menjadi Rp 322, CINT anjlok 14,72% menjadi Rp 168, PTBA melemah 14,920% menjadi Rp 2.510, dan AGAR turun 14,71% menjadi Rp 232.
Pekan lalu, IHSG ditutup anjlok sebanyak 258,93 poin (3,61%) menjadi 6.907. Pemodal asing juga mencatatkan penjualan bersih (net sell saham bernilai Rp 4,51 triliun. Tekanan indeks datang dari pecahnya konflik senjata Israel dengan Iran bersamaan dengan langkah The Fed yang kembali mempertahankan suku bunga.
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan sebanyak 607 saham. Sisanya 203 saham ditutup stagnan dan hanya 150 saham yang catatkan penguatan. Sektor saham dengan penurunan terbesar dicatatkan saham sektor material dasar 5,69%. Penurunan lainnya melanda saham sektor industry, consumer non primer, consumer primer, hingga keuangan turun lebih dari 3%.

