Soal Dampak Serangan Siber terhadap Layanan Imigrasi, Bos Garuda: Sudah Pulih
JAKARTA, investortrust.id – PT Garuda Indonesia (Persero) mengatakan, sistem imigrasi yang terdampak karena serangan siber di Pusat Data Nasional (PDN) telah pulih kembali. Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyatakan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu masalah yang terjadi beberapa waktu lalu itu.
“Sudah pulih ya, sudah pulih (layanan imigrasi). Ada beberapa kasus dan kita berterima kasih sama imigrasi. Jadi pesawat sudah mau boarding, sudah mau terbang, masih ada (penumpang) yang ketahan di imigrasi, minta treatment khusus untuk bisa didahulukan supaya enggak men-delay penerbangan begitu. Kalau enggak salah kita cuma beberapa penerbangan kok ter-impact, setelah itu mulus-mulus semua,” kata Irfan saat ditemui di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2024).
Sebelumnya, Irfan mengatakan, serangan siber di Pusat Data Nasional (PDN) menyebabkan keterlambatan penerbangan. Pasalnya, terjadi gangguan layanan imigrasi bandara internasional.
Baca Juga
Ditjen Imigrasi Sudah Minta Backup Data PDNS 2 ke Kemenkominfo, tetapi Responsnya Begini
Irfan menilai bahwa keterlambatan akibat gangguan sistem ini merupakan hal yang lumrah terjadi. Meski ada keluhan dari para penumpang, sambung dia, pihak Garuda Indonesia tetap memberikan pendampingan.
“Jadi gini, ini kan biasa ekosistem gini, pasti adalah delay, penumpang juga ngeluh, tapi kita dampingi,” kata Irfan Setiaputra saat ditemui di Menara Danareksa, Jakarta, Jumat (21/6/2024) lalu.
Sementara itu, di sela acara Indonesia Aero Summit (IAS) 2024 di Jakarta Pusat pada Selasa (2/7/2024), Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Rahadian D. Yogisworo menyampaikan, pihaknya telah memitigasi penumpukan yang terjadi akibat dampak dari serangan siber ke layanan imigrasi tersebut.
Baca Juga
Layanan Keimigrasian 100% Pulih Pascaserangan Siber ke Pusat Data Nasional
“Layanan imigrasi kemarin sudah berjalan normal kok. Peran serta kita (Angkasa Pura) sebagai airport operator apa peran aktifnya? Kita proaktif, terus kita menambahkan jumlah SDM juga untuk membantu mengatur antrean, supaya tidak terjadi penumpukan, mungkin itu yang bisa kita lakukan,” ujar Rahadian.
