Setengah Target IPO Saham 2024 Sudah Masuk Pipeline
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa pada awal tahun ini sudah ada 30 perusahaan yang masuk antrean pipeline pencatatan saham emiten baru. Jumlah penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham itu hampir setengah target Bursa Efek Indonesia (BEI) di kisaran 62 emiten baru yang akan melantai di bursa tahun 2024.
“Merujuk POJK Nomor 53/POJK.04/2017, klasifikasi aset perusahaan yang berada dalam pipeline terdiri dari dua perusahaan aset skala kecil atau di bawah Rp 50 miliar. Selain itu, 19 perusahaan skala menengah dengan aset antara Rp 50-250 miliar dan sembilan perusahaan skala besar beraset di atas Rp 250 miliar,” tulis Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna yang dikutip pada Selasa (02/01/2024).
Sementara, berdasarkan klasifikasi sektornya, calon emiten dari sektor barang konsumen nonprimer mendominasi sebanyak enam perusahaan. Selanjutnya, ada empat perusahaan dari sektor barang konsumen primer siap melantai di bursa.
Baca Juga
12 Saham Baru yang IPO Tahun Ini Menangguk Untung di Atas 100%
Sedangkan dari sektor industri dan teknologi, masing-masing lima perusahaan yang mau menyelenggarakan IPO. Ada pula masing-masing tiga perusahaan dari sektor barang baku dan infrastruktur yang mau menawarkan saham perdananya secara umum. Terakhir, ada dua perusahaan energi, satu perusahaan properti, serta satu perusahaan transportasi dan logistik yang masuk antrean pencatatan saham emiten baru di BEI.
Obligasi Raup Rp 127 Triliun
Per 29 Desember 2023, lanjut Nyoman, ada 28 perusahaan tercatat telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp 51,4 triliun. Selain itu, masih terdapat 24 perusahaan tercatat dalam pipeline untuk rights issue tahun ini.
Baca Juga
Sebanyak 24 perusahaan itu terdiri dari delapan perusahaan konsumen nonprimer; lima perusahaan dari sektor keuangan; serta masing-masing empat perusahaan dari sektor konsumen primer dan energi. Emiten lain yang mengantre rights issue di BEI berasal dari sektor barang baku, infrastruktur, serta transportasi dan logistik, masing-masing satu perusahaan.
BEI juga mencatat, hingga saat ini telah diterbitkan 120 emisi dari 60 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 127 triliun. “Sampai 29 Desember 2023 terdapat 13 emisi dari 10 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” papar Nyoman.
Penerbitan obligasi dimaksud berasal dari dua perusahaan sektor barang baku. Selain itu, ada empat perusahaan dari sektor keuangan, tiga perusahaan dari sektor energi, dan satu perusahaan infrastruktur.
