Sepanjang November 2023 Berjalan, Cuan Bank Jago (ARTO) Capai 46%
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) kembali ditutup melesat memimpin penguatan harga saham bank digital pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/11/2023). Bahkan, kenaikan saham ARTO telah mencapai 46,03% sepanjang November 2023 berjalan.
Berdasarkan data BEI, saham ARTO menguat sebanyak Rp 350 (12,20%) menjadi Rp 2.300. Saham ini bergerak dalam di zona hijau sepanjang hari dalam rentang Rp 2.130-2.350. Sedangkan nilai transaksinya mencapai Rp 165,64 miliar.
Baca Juga
Saham GOTO Melesat 43,33% dalam 15 Hari, Target Harganya Ternyata Masih Tinggi
Berkat penguatan hari ini, kenaikan saham ARTO sepanjang November 2023 berjalan telah mencapai 46,03% atau menguat dari level penutupan akhir Oktober level Rp 1.575 menjadi Rp 2.300 pada penutupan hari ini.
Selain itu, data BEI mengungkap, penguatan saham ARTO merupakan yang tertinggi di antara saham bank digital lainnya sepanjang hari ini. Saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) naik 7,57% menjadi Rp 1,350, saham PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) naik 3,94% menjadi Rp 264.
Baca Juga
Bank Jago (ARTO) Optimistis Pertumbuhan Kredit Capai 30% Tahun 2023
Sedangkan saham bank digital alinnya, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), dan PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) ditutup stagnan. Bahkan, saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dan PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) justru turun tipis.
Target Harga
Meski harga saham ARTO telah melesat tajam lebih dari 46%, analis Ciptadana Sekuritas Erni Marsella Siahaan sebelumnya menyebutkan terbuka peluang kenaikan harga saham bank digital ini dengan target harga Rp 2.800.
Target harga tersebut, terang dia, mencerminkan keberhasilan Bank Jago untuk mempertahankan kenaikan total simpanan yang mengesankan hingga September 2023.
Baca Juga
Inisiatif Pertumbuhan CASA Dongkrak Prospek Bank Jago (ARTO)
Bahkan, sejak peluncuran Gopay Tabungan, tingkat pertumbuhan jumlah nasabah tumbuh pesat, meski data resminya baru dirilis pada kuartal mendatang.
“Hal paling positif dari performa Bank Jago hingga kuartal III-2023 adalah pertumbuhan tabungan yang sangat mengesankan mencapai 61%, giro melesat 44%, dan pertumbuhan deposito melambat menjadi 16,8%,” tulisnya riset Ciptadana tersebut.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan keberhasilan perseroan menekan NPL gross dari 1,2% pada kuartal II-2023 menjadi hanya 1,1% pada kuartal III-2023. Biaya kredit juga berhasil ditekan dari 4,7% menjadi 3,1% pada kuartal III-2023.
Selain itu, Erni Marsella Siahaan menyebutkan, Bank Jago menunjukkan potensi pesat pertumbuhan dana murah dari peluncuran Gopay Tabungan. Total dana yang terhimpun dari program ini sangat besar, bahkan ke depannya bisa lebih besar dari total dana yang terkumpul melalui akun Bank Jago regular.
Baca Juga
Bahkan, terang dia, nasabah yang telah melakukan upgrade aplikasi ke Gopay Tabungan menunjukkan nilai transaksi terus bertumbuh. Diprediksi Gopay Tabungan berkontribusi sekitar 35%-40% terhadap total dana murah perseroan tahun ini.
Hingga kuartal III-2023, perseroan berhacil mencetak penyaluran kredit senilai Rp10,9 triliun atau tumbuh 33%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 8,2 triliun. Penyaluran kredit dilakukan secara hati-hati dan terukur yang terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross di level 1,1%.
