Inisiatif Pertumbuhan CASA Dongkrak Prospek Bank Jago (ARTO)
JAKARTA, investortrust.id - Pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) menjadi sentiment positif terhadap prospek keuangan dan saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) ke depan. Apalagi setelah diluncurkannya GoPay Tabuangan by Jago.
Analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto Chandra mengatakan, pertumbuhan CASA Bank Jago terlihat menggembirakan pada kuartal III-2023 dan diprediksi terus bertambah setelah diluncurkan GoPay Tabungan by Jago.
“Dengan kondisi makro yang masih volatil dan persaingan e-commerce yang ketat, mendiversifikasi kemitraan untuk menjangkau secara langsung konsumen akan lebih penting untuk dapat mendongkrak pertumbuhan kredit hingga mencapai skala menguntungkan ke depan,” terangnya.
Baca Juga
Bergerak Menguat, Ternyata Target Harga Saham GOTO di Atas Rp 100
Mandiri Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan Bank Jago untuk menekan rasio NPL menjadi 1,1% pada September 2023. Sekuritas tersebut juga memberikan pandangan positif terhadap kenaikan cost to income ratio (CIR) menjadi 69% hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu 70%.
Perbaikan CIR tersebut didukung atas kemampuan perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit dan meningkatkan pendapatan jasa.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas menargetkan saham ARTO menuju Rp 2.000. Target harga tersebut menggambarkan peluncuran GoPay Tabungan by Jago yang diharapkan memperkuat akses Bank Jago untuk menggarap pelanggan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan pendapatan bunga bersih Bank Jago menjadi Rp 1,88 triliun tahun ijni. Sedangkan laba bersih diharapkan mencapai Rp 141 miliar.
Baca Juga
Pandangan positif senada terhadap Bank Jago diberikan Analis Ciptadana Sekuritas Erni Marsella Siahaan. Menurut dia, Bank Jago menunjukkan pertumbuhan total simpanan mengesankan hingga September 2023. Bahkan, sejak peluncuran Gopay Tabungan, tingkat pertumbuhan jumlah nasabah tumbuh pesat, meski data resminya baru dirilis pada kuartal mendatang.
“Hal paling positif dari performa Bank Jago hingga kuartal III-2023 adalah pertumbuhan tabungan yang sangat mengesankan mencapai 61%, giro melesat 44%, dan pertumbuhan deposito melambat menjadi 16,8%,” tulisnya riset Ciptadana tersebut.
Ciptadana Sekurtias juga memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan perseroan menekan NPL gross dari 1,2% pada kuartal II-2023 menjadi hanya 1,1% pada kuartal III-2023. Biaya kredit juga berhasil ditekan dari 4,7% menjadi 3,1% pada kuartal III-2023.
Baca Juga
IHSG Awal Transaksi Melesat, Saham MPRO, PSDN, dan BKDP Menguat
Selain pertumbuhan simpanan yang mengesankan, Erni Marsella Siahaan menyebutkan, Bank Jago menunjukkan potensi pesat pertumbuhan dana murah dari peluncuran Gopay Tabungan. Total dana yang terhimpun dari program ini sangat besar, bahkan ke depannya bisa lebih besar dari total dana yang terkumpul melalui akun Bank Jago regular.
Bahkan, terang dia, nasabah yang telah melakukan upgrade aplikasi ke Gopay Tabungan menunjukkan nilai transaksi terus bertumbuh. Diprediksi Gopay Tabungan berkontribusi sekitar 35%-40% terhadap total dana murah perseroan tahun ini.
Bank Jago sebelumnya mengumumkan telah berhasil menggaet sekitar 9 juta nasabah hingga kuartal III-2023. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7,4 juta merupakan nasabah funding pengguna Aplikasi Jago. Jumlah pengguna Aplikasi Jago bertambah 3,2 juta orang atau tumbuh 76% dibandingkan dengan posisi yang sama pada kuartal III-2022, sebanyak 4,2 juta nasabah.
Terkait pertumbuhan kredit, Erni mengungkapkan, Bank Jago diprediksi dapat mencatatkan peningkatan sebesar 30% tahun ini. Pertumbuhan serupa diperkirakan berlanjut hingga tahun depan. Kenaikan kredit tersebut diharapkan datang dari peluncuran sejumlah program kredit tahun depan.
Baca Juga
Potensi Cuan Saham Astra International (ASII) masih Besar, Segini Target Harganya
Hingga kuartal III-2023, perseroan berhacil mencetak penyaluran kredit senilai Rp10,9 triliun atau tumbuh 33%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 8,2 triliun. Penyaluran kredit dilakukan secara hati-hati dan terukur yang terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross di level 1,1%.
Pertumbuhan tersebut berimbas terhadap kenaikan pendapatan bunga bersih sebanyak 23% menjadi Rp1,2 triliun hingga akhir kuartal III-2023. Sedangkan pertumbuhan laba bersih (net profit after tax) sebesar sebanyak 24% menjadi Rp 50 miliar.
Berbagai faktor tersebut mendorong Ciptadana Sekuritas menargetkan mempertahankan rekomendasi beli saham ARTO dengan target harga Rp 2.800 per saham. Dengan penutupan saham ARTO di level Rp 1,610 terbuka potensi cuan sebanyak 73,91%.
