SBY Nilai Presiden ke-8 RI Bisa Berperan Penting Jaga Stabilitas Asia
JAKARTA, investortrust.id - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai presiden ke-8 RI atau presiden yang terpilih dalam Pilpres 2024 bisa memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara dan Asia. Hal itu disampaikan SBY melalui akun Twitter atau X pribadinya @SBYudhoyono yang diunggah beberapa jam sebelum debat ketiga Pilpres 2024, Minggu (7/1/2024).
SBY mengatakan, presiden RI mendatang harus memahami pentingnya menjaga stabilitas kawasan Asia tenggara dan Asia Timur dengan memainkan politik luar negeri dan diplomasi yang cerdas. Salah satunya dengan membangun kebersamaan negara-negara ASEAN. Dengan demikian, kata SBY, presiden Indonesia mendatang dapat mencari solusi damai untuk mencegah kawasan Asia dan dunia yang bakal memporakporandakan perdamaian dunia.
"Jika presiden Indonesia mendatang sungguh memahami pentingnya menjaga stabilitas kawasan Asia (baik Asia Timur maupun Asia Tenggara), maka yang bersangkutan akan bisa memainkan politik luar negeri dan diplomasi yang cerdas (bisa dengan membangun kebersamaan negara-negara ASEAN) agar konflik apa pun yang terjadi di Asia Timur dan tentunya Asia Tenggara dapat dicarikan solusi yang lebih “damai” sehingga tidak terjadi malapetaka di kawasan Asia bahkan di dunia, yang bakal memporak-porandakan perdamaian dan keamanan internasional," kata SBY.
Baca Juga
Jelang Debat Capres, SBY Ungkap Pilpres RI Pengaruhi Geopolitik dan Keamanan Asia
SBY menyatakan, Pilpres 2024 yang digelar pada Februari 2024 dapat memengaruhi geopolitik dan keamanan Asia. Hal ini mengingat Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dan juga anggota G-20.
"Karenanya, Indonesia kerap dipandang sebagai regional power dan sekaligus global player," kata SBY.
Selain pemilihan presiden di Indonesia, SBY menyebut terdapat dua pilpres lainnya di dunia yang bisa memengaruhi geopolitik dan keamanan kawasan Asia. Geopolitik dan keamanan kawasan Asia yang dimaksud SBY adalah ketegangan yang tinggi antara Tiongkok dan Taiwan. SBY mengaku menggunakan istilah Tiongkok agar mudah dipahami, meski bagi Tiongkok permasalahan Taiwan adalah isu dalam negeri.
"Juga ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat yang berkaitan dengan hubungan Tiongkok-Taiwan yang memanas tahun-tahun terakhir ini," katanya.
Baca Juga
Kedua pilpres yang dimaksud SBY adalah Pilpres Taiwan yang digelar pada Januari 2024 dan Pilpres Amerika Serikat (AS) yang digelar November 2024. Dikatakan, ketegangan Tiongkok-Taiwan akan makin meningkat jika presiden Taiwan yang baru nantinya adalah sosok yang bergaris keras dan sangat anti-Tiongkok.
"Demikian juga jika Presiden Amerika Serikat pasca Pilpres 2024 juga sosok yang bergaris keras dan sangat anti-unifikasi Tiongkok – Taiwan yang makin diagendakan oleh pemimpin Tiongkok saat ini, maka kawasan Asia Timur betul-betul menjadi sebuah flashpoint yang setiap saat bisa meledak menjadi guncangan geopolitik dan keamanan di Asia.
Sebaliknya jika baik presiden AS dan presiden Taiwan terpilih nantinya lebih bergaris moderat dan bersedia untuk memasuki wilayah take and give, kekhawatiran dunia terhadap terbukanya konflik militer terbuka di kawasan Asia Timur bisa berkurang.
Diketahui, KPU menggelar debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (7/1/2024) malam. Debat ketiga Pilpres 2024 atau debat kedua capres akan mengangkat tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik.
Debat ketiga Pilpres 2024 dapat disaksikan melalui link live streaming di kanal investortrust.
