Saham BBTN Lanjutkan Penguatan, Target Harga Saham masih Tinggi
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berhasil mencatatkan penguatan harga hingga mencetak level tertinggi baru selama setahun terakhir pada penutupan perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/2/2024).
Berdasarkan data BEI, saham BBTN melesat Rp55 (4,09%) ke level Rp 1.400. Saham BBTN bergerak di zona hijau sepanjang sesi dalam rentang Rp 1.360-1.410 sepanjang perdagangan hari ini. Penguatan tersebut berlanjut pada pembukaan sesi II hari ini.
Bahkan, penguatan saham BBTN masuk dalam tiga saham bank dengan kenaikan paling pesat hari ini setelah saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan kenaikan Rp 300 (5,11%) menjadi Rp 6.175 dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan penguatan Rp 325 (4,63%) menjadi Rp 7.325 hingga penutupan sesi I.
Baca Juga
Empat Saham Bank Papan Atas ATH Usai Pemilu, Tertinggi BBNI dan BMRI
Optimisme pelaku pasar terhadap BBTN diperkirakan bakal terus membumbung tinggi seiring kemenangan Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam pilpres 2024. Janji paslon nomor dua ini terkait program rumah rakyat bakal berdampak signifikan terhadap bisnis BBTN.
Data perhitungan cepat (quick count) sejumlah lembaga survei menyebutkan Prabowo-Gibran meraih suara terbanyak dalam rentang 57-59%. Sementara Anies-Cak Imin mendapatkan 25,10% dan Ganjar-Mahfud 16,17%. Dengan perolehan suara sementara tersebut, masyarakat akan menagih kembali janji-janji yang digaungkan Prabowo-Gibran saat kampanye.
Khususnya di bidang perumahan rakyat, pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu telah menebar berbagai janji yang patut dinanti realisasinya. Antara lain, janji membangun sebanyak 3 juta rumah bagi rakyat yang belum memiliki rumah.
Baca Juga
Janji lainnya menaikkan anggaran perumahan untuk mengatasi backlog kepemilikan rumah yang menjadi salah satu masalah di sektor perumahan. Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Panangian Simanungkalit menyampaikan, untuk merealisasikan target tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 101 triliun per tahun.
Selain tersengat janji kampanye, penguatan harga saham BBTN juga sejalan dengan proyeksi analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Erindra Krisnawan dalam riset hari ini. Kedua analis tersebut menyebutkan bahwa pilpres yang kemungkinan besar berlangsung satu putaran dan dimenangkan Prabowo-Gibran beradasarkan perhitungan cepat (quick count) menciptakan kepastian terhadap pasar saham.
“Kami yakin pasar memberikan pandangan positif terhadap pasangan Prabowo-Gibran terhadap prospek ekonomi Indonesia lebih baik ke depan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi ke depan,” terangnya.
Target Harga Tinggi
Meski saham BBTN melesat pada perdagangan hari ini, peluang penguatan lebih lanjut masih terbuka. Hal ini didasarkan target harga dari ketiga analis berikut masih tinggi.
Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa terbuka peluang penguatan lebih lanjut kinerja keuangan BBTN. Hal ini didukung atas kebijakan insentif pembelian properti melalui diskon tarif PPN. Hal ini akan meningkatkan permintaan kredit kepemilikan rumah (KPR).
Prospek pertumbuhan yang kuat tahun ini ditambah keberhasilan mencatatkan pertumbuhan laba di atas target dan peluang berlanjutnya pertumbuhan tahun ini mendorong RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.650.
Baca Juga
Di Atas Rata-rata Industri, Pertumbuhan Kredit BTN (BBTN) Capai 11,9% di 2023
Begitu juga dengan tim riset Trimegah Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap prospek keuangan dan saham BBTN tahun ini. Menurut riset harian yang diterbitkan pekan ini, perseroan diprediksi akan kembali mencatatkan pertumbuhan laba didukung peningkatan kredit bersamaan dengan rencana penjualan aset dengan target Rp 1 triliun tahun ini. Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.600.
Pandangan positif juga datang dari analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto Chandra. Kedua analis ini menyebutkan bahwa laba bersih BTN tahun 2023 telah melampaui konsensus analis. Lonjakan laba tersebut didukung pertumbuhan pesat kredit bersamaan dengan cana murah CASA.
Bahkan, kedua analis ini memperkirakan pertumbuhan laba bersih BBTN lebih pesat tahun ini, seiring dengan ekspektasi pemangkasan tingkat suku bunga yang berimbas terhadap NIM. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.800.
